Bagi yang baru belajar sholat tentu belum tau bacaan takbiratul ihram dalam bahasa Arab dan Artinya serta tulisan latin-nya. Bisa jadi sudah sering mendengarnya tapi belum menyadari kalau kalimat tersebut yang dimaksud. Bahkan ada yang mengatakan kalau ini adalah doa, padahal jika dibandingkan dengan bacaan doa qunut, doa sholat dhuha dan doa sholat tahajud sama sekali berbeda.

Pengertian Takbiratul Ihram secara bahasa yaitu ‘takbir yang mengharamkan’, maksudnya mengharamkan segala yang halal sebelum sholat dilaksanakan. Di antara yang dimaksud adalah seperti makan dan minum yang sebelumnya halal dilakukan, tapi setelah bertakbir maka segala aktivitas tersebut haram atau tidak boleh dilakukan bagi orang yang sedang dalam keadaan sholat, baik dalam sholat wajib maupun sunnah.

Adapun defenisinya secara istilah adalah takbir pertama yang dilakukan untuk memulai sholat. Sejalan dengan makna shalat sendiri yang mana dipahami sebagai ‘tindakan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.’

Jadi sebenarnya takbiratul ihram itu tak ada bedannya dengan takbir biasa, termasuk kalau Anda bertakbir pada malam lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, hanya terdiri dari 2 kata saja, yaitu Allahu Akbar.

Bacaan Takbiratul Ihram dalam Bahasa Arab yang Benar

Hanya ada 2 kata dalam bacaan takbir ini, dan bentuknya juga sama dengan takbir intiqaal atau takbir perpindahan dari satu gerakan ke kegerakan selanjutnya dalam sholat. Berikut tulisannya:bacaan takbiratul ihram

اَللهُ اَكْبَرُ

Latin:

Allahu Akbar

Artinya:

Allah Maha Besar

Adapun dalil dari bacaan Takbir ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari,

إذا قمت إلى الصلاة فكبر

“Apabila engkau hendak berdiri menunaikan sholat, maka bertakbirlah”

Dalil di atas menjadi nash bahwa dimulainya shalat dengan bacaan takbirautl ihram dan tentunya itu menjadi pembuka bagi shalat seseorang serta yang mengharamkan segala tindakan di dalamnya selain yang menjadi syarat dan rukun sholat sebagaimana dijelaskan dari sunnah Nabi dan yang tercantum dalam Al-Qur’an.

Bagaimana cara atau posisi tangan saat melakukan takbir?

Mengenai ini dijelaskan dalam berbagai kitab, namun penulis Caraspot sendiri mengutip dari kitab Fathul Mu’in (bukan hadis) yang mana disebutkan:

بحيث يحاذي أطراف أصابعه على أذنيه، وإبهاماه شحمتي أذنيه، وراحتاه منكبيه، للاتباع. وهذه الكيفية تسن

Terjemahnya:

“Ujung jari seyogyanya sejajar dengan ujung telinga, dan ibu jari sejajar dengan putik telinga, serta kedua tapak tangan sejajar dengan kedua pundak, karena Ittiba’, yakni mengikuti)Rasulullah. Cara seperti inilah yang disunnahkan”.

Sejalan dengan keterangan di atas, dalam kitab Ianah Thalibin juga disebutkan, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar bahwa Nabi saw. mengangkat tangannya sejajar pundak ketika memulai mengerjakan sholat.

Pada dasarnya banyak hadis yang meriwayatkan soal ini dan bisa anda baca di berbagai buku panduan sholat lengkap yang tentunya penjelasannya lebih terperinci.

Bagaimana bentuk telapak tangan saat takbiratul ihram?

Sebagaimana kami kutip dari blog konsultasisyariah.com disebutkan bahwa bentuk tapak tangan saat bertakbir ada 3 yaitu:

a. Bentuk telapak tangan dibentangkan dengan sempurna dan tidak dalam keadaan menggenggam

b. Bentuk jari-jari telapak tidak terlalu dilebarkan dan juga tidak terlalu dirapatkan. Sebuah hadis dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah shallahu alaihi wa sallam :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ مَدًّا

”Rasulullah saw. ketika memulai shalat, maka beliau mengangkat kedua tangannya dengan cara dibentangkan.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

c. Bentuknya dihadapkan ke kiblat, sedang tingginya diangkat hingga setinggi pundak atau telinga

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَةَ

“Bahwa Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya setinggi pundak, ketika memulai sholat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedang hadis yang diriwayatkan dari Malik bin al-Huwairits ra. menyebutkan bahwa Nabi mengankat tangannya ketika takbiratul ihram. i’tidal dan juga ruku; sampai setinggi daun telinga beliau. (HR. Nasai)

Cara dan waktu mengangkat tangan yang benar saat takbir seperti apa?

Selain bentuk telapak tangan, posisi tangan dan waktu membaca takbirnya juga ada caranya dan didasari atas riwayat hadis dari para shabat Nabi, yaitu:

1. Dengan mengangkat kedua tangan hingga  pundak kemudian membaca takbir

Dari Ibnu Umar ra. mengatakan:

كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا قام إلى الصلاة؛ رفع يديه حتى تكونا حذو منكبيه، ثم كبَّر

Bilamana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai shalatnya, maka beliau mengangkat kedua tangannya sampai setinggi pundaknya, lalu beliau bertakbir. (HR. Muslim).

b. Dengan mengangkat tangan lalu takbir bersamaan ketika bersedekap

Dari Ibnu Umar ra. juga yang mengatakan bahwa beliau melihat Nabi saw. memulai takbiratul ihram saat shalat yang mana beliau mengangkat kedua tangannya ketika takbir.

c. Membaca takbir (terlebih dahulu, kemudian mengangkat tangan

Hal ini sebagaimana bersumber dari Malik bin al-Huwairits, yang menyebutkan kalau Rasulullah saw. mengantkat tangannya ketika selesai takbir. Dalam artian, urutannya adalah bertakbir dulu baru mengankat tangan.

Apa Bacaan setelah takbiratul ihram?

Sebagaimana urutan pelaksanaan sholat dalam panduannya, maka setelah kita bertakbir di awal maka langsung membaca doa iftitah (silahkan kunjungi lamannya).

Sesuai dengan namanya, iftitah berarti bacaan pembuka, yakni di baca antara setelah takbir dan sebelum membaca Surat al Fatihah.

Jadi sudah jelas kapan harus bertakbir dan mengangkat tangan serta bentuk telapak tangan yang benar yang ada dasarnya dalam hadits nabi. Dengan demikian, sudah jelas segala hal dalam melakukan ucapan singkat ini. Semoga manfaat buat semua!

Sampai di sini ulasan kita mengenai bacaan takbiratul ihram dalam bahasa Arab dan artinya serta tulisan latin yang benar. Cukup hafalkan dua kata tersebut (Allahu Akbar) dan itu artinya anda sudah tau melafalkannya. Dan takbir ini hanya dilakukan sekali di awal sholat saja sedang jika melakukan perpindahan gerakan maka namanya bukan lagi al-ihram tapi takbir intiqaal.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *