Surah Ya Sin adalah surat ke 36 dalam Al-Qur’an. Dengan download surat yasin murattal  ini maka anda dapat  menjadikannya sebagai bantuan untuk memudahkan menghafal atau membacanya saat acara tertentu.

Ada beberapa hadis yang menyebutkan keutamaan surat Ya Sin, itulah sebabnya surah ini selalu rutin dibaca warga Indonesia dalam beberapa kesempatan, seperti saat anggota keluarga menghadapi sakratul maut, tahlilan, nisfu Sya’ban, dan lain sebagainya.

Nama dari surat ini sebenarnya diambil dari bunyi ayat pertamanya, yakni yang hanya terdiri dari dua huruf, yaitu Ya dan Sin, tapi kemudian orang-orang lebih sering menyebutnya sebagai sebuah kata yang bersambung, Yasin.

Download Surat Yasin

  1. Yasin Qur’an Murattal MP3 oleh Nabil Ar-Rifai (Qori’) – File surat Yasin ini berisi MP3 yang bisa di dengar lewat komputer maupun HP, baik dengan menggunakan headset maupun dengan bantuanspeaker. Dari berbagai pilihan lagu atau nada bacaan, penulis memilih Qori’ tersebut karena suaranya yang merdu, bahkan lebih baik dari As-Sudais kalau menurut saya. Adapun aplikasi yang bisa digunakan untuk mendengar lantunan surah Yaa Sin ini bisa bermacam-macam, seperti Classic, VLC, Windows Media Player atau pun GOM.
  2. YAA SIN MS Word –Bentuk penyajian isi file surat Yasin ini adalah dengan menyusun secara tersusun mulai dari teks arab ayatnya, kemudian di bawahnya tulisan latin dan terjemahnya, seterusnya hingga akhir ayat, yakni ayat 83. Dan biar mudah, khusus pada tulisan Arabnya diberi warna berbeda.

Surah Yasin Arab, Latin dan Terjemahnya

Terjemah
Latin
Arab
No
Yaa siin.
Yaa siin
يسٓ
1
Demi Al Qur’an yang penuh hikmah,
Wal Qur’aanil hakiimi
وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ
2
sesungguhnya kamu salah seorang dari Rasul-rasul,
Innaka laminal mursaliina
إِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
3
(yang berada) di atas jalan yang lurus,
Alaa sirathin mustaqiiminin
عَلَىٰ صِرَ‌ٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ
4
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Penyayang,
Tanziilal ‘aziizir rahiimi
تَنزِيلَ ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ
5
agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
Litundzira qauman maa undzira aabaaa-uhum fahum ghaafiluuna
لِتُنذِرَ قَوْمًۭا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَـٰفِلُونَ
6
Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
Laqad haqqal qaulu ‘alaa aktsa rihim fahum laa yu’minuuna
لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
7
Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.
Innaa ja’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqaani fahum muqmahuuna
إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَـٰقِهِمْ أَغْلَـٰلًۭا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ
8
Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
Waja-‘alnaa mim baini aidiihim saddan wa min khal-fihim saddan fa aghsyainaahum fahum laa yubshiruuna
وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّۭا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّۭا فَأَغْشَيْنَـٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
9
Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
Wasawaa-un ‘alaihim a-andzartahum amlam tundzirhum laa yu’minuuna
وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
10
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Innamaa tundziru maittaba-adz dzikra wa khasyiar rahmaana bil ghaibi fabasysyirhu bi magfiratin wa ajrin kariimin
إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكْرَ وَخَشِىَ ٱلرَّحْمَـٰنَ بِٱلْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍۢ وَأَجْرٍۢ كَرِيمٍ
11
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).
Innaa nahnu nuhyil-mauta wa naktubu maa qaddamuu wa aatsarahum, wa kulla syai’in ahshainaahu fii imaamim mubiin
إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَـٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَـٰهُ فِىٓ إِمَامٍۢ مُّبِينٍۢ
12
Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka;
Wadhrib lahum matsalan ash-haabal-qaryati idz jaaa’ahal-mursaluuna
وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَـٰبَ ٱلْقَرْيَةِ إِذْ جَآءَهَا ٱلْمُرْسَلُونَ
13
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:” Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang-xx diutus kepadamu “.
Idz arsalna ilaihimuts naini fakadzdzabuuhuma fa ‘azzaznaa bi tsalitsin faqaaluu innaa ilaikum mursaluuna
إِذْ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍۢ فَقَالُوٓا۟ إِنَّآ إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ
14
Mereka menjawab:” Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka “.
Qaaluu maa antum illaa basyarun mitslunaa wamaa anzalar-rahmaanu min syai’in in antum illa takzibuuna
قَالُوا۟ مَآ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُنَا وَمَآ أَنزَلَ ٱلرَّحْمَـٰنُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ
15
Mereka berkata:” Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.
Qaaluu rabbunaa ya’lamu inna ilaikum la mursaluuna
قَالُوا۟ رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّآ إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ
16
Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas “.
Wa maa’alainaa illal-balaaghul mubiinu
وَمَا عَلَيْنَآ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ
17
Mereka menjawab:” Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami “.
Qaaluu inna tathay-yarnaa bikum la’il lam tantahu lanarjumannakum walayamas sannakum minna ‘adzaabun aliimun
قَالُوٓا۟ إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا۟ لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌۭ
18
Utusan-utusan itu berkata:” Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas “.
Qaaluu thaa’irukum ma-‘akum, a-in dzukkirtum bal antum qaumun musrifuuna
قَالُوا۟ طَـٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌۭ مُّسْرِفُونَ
19
Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata:” Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,
Wajaa’a min aqshal madiinati rajulun yas-‘aa qaala yaa qaumit tabi’ul mursaliina
وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌۭ يَسْعَىٰ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱتَّبِعُوا۟ ٱلْمُرْسَلِينَ
20
ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Ittabi-‘uu man laa yas-‘alukum ajran wahum muhtaduuna
ٱتَّبِعُوا۟ مَن لَّا يَسْـَٔلُكُمْ أَجْرًۭا وَهُم مُّهْتَدُونَ
21
Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakan dan yang hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan?
Wa maa liya laa a’budul-ladzii fatharanii wa ilaihi turja’uuna
وَمَا لِىَ لَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِى فَطَرَنِى وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
22
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
A-attakhidzu minduunihi aalihatan in yurudnirrahmaanu bidzurrin la tughnii ‘anni syafa’atuhum syai’an walaa yunqidzuuna
ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ ٱلرَّحْمَـٰنُ بِضُرٍّۢ لَّا تُغْنِ عَنِّى شَفَـٰعَتُهُمْ شَيْـًۭٔا وَلَا يُنقِذُونِ
23
Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
Inni idzan lafii dhalaalin mubiin
إِنِّىٓ إِذًۭا لَّفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ
24
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.
Inni aamantu birabbikum fasma’uuni
إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَٱسْمَعُونِ
25
Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke surga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,
Qiilad-khulil-jannata qaala yaa laita qaumii ya’lamuuna
قِيلَ ٱدْخُلِ ٱلْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَـٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ
26
apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.
Bimaa ghafaralii rabbii waja-‘alanii minal mukramiina
بِمَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُكْرَمِينَ
27
Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
Wa maa anzalna ‘alaa qaumihii min ba’dihii min jundin minas-samaa’i wa maa kunna munziliina
وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍۢ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ
28
Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
In kaanat illaa shaihatan waahidatan fa idzaa hum khaamiduuna
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةًۭ وَ‌ٰحِدَةًۭ فَإِذَا هُمْ خَـٰمِدُونَ
29
Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
Ya hasratan ‘alal-ibaadi maa ya’tiihim mir rasuulin illaa kaanuu bihi yastahzi’uuna
يَـٰحَسْرَةً عَلَى ٱلْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
30
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.
Alam yarau kam ahlaknaa qablahum minal-quruuni annahum ilaihim laa yarji’uuna
أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ
31
Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
Wa in kullun lammaa jamii’un ladainaa mukhdharuuna
وَإِن كُلٌّۭ لَّمَّا جَمِيعٌۭ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ
32
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.
Wa aayatun lahumul-ardlul maitatu ahyainaahaa wa akhrajnaa habban faminhu ya’kuluuna
وَءَايَةٌۭ لَّهُمُ ٱلْأَرْضُ ٱلْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَـٰهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّۭا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ
33
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
Waja’alnaa fiihaa jannatin min nakhiilin wa a’nabin wa fajjarnaa fiihaa minal’uyuuni
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّـٰتٍۢ مِّن نَّخِيلٍۢ وَأَعْنَـٰبٍۢ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ ٱلْعُيُونِ
34
supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
Liya’kuluu min tsamarihi wa maa ‘amilat-hu aidiihim afalaa yasykuruuna
لِيَأْكُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
35
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Subhaanalladzi khalaqal-azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul-ardhu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya’lamuuna
سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَ‌ٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ
36
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,
Wa aayatun lahumul lailu naslakhu minhun nahaara fa idzaahum muzhlimuuna
وَءَايَةٌۭ لَّهُمُ ٱلَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ
37
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
Wasy-syamsu tajrii limustaqarrin lahaa dzaalika taqdiirul ‘aziizil ‘aliimi
وَٱلشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّۢ لَّهَا ۚ ذَ‌ٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ
38
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
Walqamara qaddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal urjuunil qadiimi
وَٱلْقَمَرَ قَدَّرْنَـٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلْعُرْجُونِ ٱلْقَدِيمِ
39
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Lasy-syamsu yan baghii lahaa an tudrikal qamara wa lallailu saabiqun-nahar, wa kullun fi falakin yashbahuuna
لَا ٱلشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدْرِكَ ٱلْقَمَرَ وَلَا ٱلَّيْلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلٌّۭ فِى فَلَكٍۢ يَسْبَحُونَ
40
Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,
Wa aayatun lahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum filfulkil masyhuuni
وَءَايَةٌۭ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ
41
dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti seperti bahtera itu.
Wa khalaqnaa lahum mim mitslihii maa yarkabuuna
وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِۦ مَا يَرْكَبُونَ
42
Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
Wa in nasya’ nughriqhum falaa shariikha lahum wa laahum yunqadzuuna
وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ
43
Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
Illa rahmatan minnaa wa mataa’an ilaa-hiinin
إِلَّا رَحْمَةًۭ مِّنَّا وَمَتَـٰعًا إِلَىٰ حِينٍۢ
44
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).
Wa idzaa qiila lahumuttaquu maa baina aidiikum wa maa khalfakum la’allakum turhamuuna
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُوا۟ مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
45
Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
Wa maa ta’tiihim min aayatin min aayaati rabbihim illa kaanuu ‘anha mu’ridhiina
وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍۢ مِّنْ ءَايَـٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ
46
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata”.
Wa idzaa qiila lahum anfiqu mimma razaqakumullahu qaalal-ladziina kafaruu lil ladziina aamanuu anuth’imu mal lau ya-sya’ullahu ath’amahu, in antum illa fii dhalaalim mubiinin
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطْعَمَهُۥٓ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍۢ
47
Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?”
Wa yaquuluuna mataa haadzal wa’du in kuntum shaadiqiina
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ
48
Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
Maa yanzhuruuna ilala shaihatan waahidatan ta’khudzuhum wahum yakhis simuuna
مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةًۭ وَ‌ٰحِدَةًۭ تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ
49
Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
Falaa yastathii’uuna taushiyatan wa laa ilaa ahlihim yarji’uuna
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةًۭ وَلَآ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ
50
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
Wa nufikha fish’shuuri fa idzaa hum minal-ajdaatsi ilaa rabbihim yansiluuna
وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ
51
Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).
Qaaluu ya wailanaa man ba’a tsanaa min marqadinaa haadzsa maa wa’adar-rahmaanu wa shadaqal mursaluuna
قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَـٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ
52
Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
In kaanat illaa shaihatan waahidatan fa idzaa hum jamii’un ladainaa muhdharuuna
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةًۭ وَ‌ٰحِدَةًۭ فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌۭ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ
53
Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
Falyauma laa tuzhlamu nafsun syai’an wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta’maluuna
فَٱلْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌۭ شَيْـًۭٔا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
54
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
Inna ash-haabal jannatil yauma fii syughulin faakihuuna
إِنَّ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ ٱلْيَوْمَ فِى شُغُلٍۢ فَـٰكِهُونَ
55
Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.
Hum wa azwaajuhum fi dzilaa lin ‘alal araa’iki muttaki’uuna
هُمْ وَأَزْوَ‌ٰجُهُمْ فِى ظِلَـٰلٍ عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ
56
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
Lahum fiiha faakihatun wa lahum maa yadda’uuna
لَهُمْ فِيهَا فَـٰكِهَةٌۭ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ
57
(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
Salaamun qaulan min rabbir rahiimi
سَلَـٰمٌۭ قَوْلًۭا مِّن رَّبٍّۢ رَّحِيمٍۢ
58
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.
Wamtazul yauma ayyuhal mujrimuuna
وَٱمْتَـٰزُوا۟ ٱلْيَوْمَ أَيُّهَا ٱلْمُجْرِمُونَ
59
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaithan? Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,
Alam a’had ilaikum yaabanii aadama anla ta’budusy syaitaana innahuu lakum ‘aduwwun mubiinun
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا۟ ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ
60
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
Wa ani’ buduunii haadzaa shiraathun mustaqiimun
وَأَنِ ٱعْبُدُونِى ۚ هَـٰذَا صِرَ‌ٰطٌۭ مُّسْتَقِيمٌۭ
61
Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
Wa laqad adhalla minkum jibillan katsiran afalam takuunuu ta’qiluuna
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّۭا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُوا۟ تَعْقِلُونَ
62
Inilah Jahannam yang dahulu kamu di ancam (dengannya).
Haadzihii jahannamul-latii kuntum tuu’aduuna
هَـٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ
63
Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.
Ishlauhal yauma bimaa kuntum takfuruuna
ٱصْلَوْهَا ٱلْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ
64
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Alyauma nakhtimu ‘ala afwaa hihim wa tukallimunaa aidihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuuna
ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَ‌ٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
65
Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).
Walau nasyaa’u lathamasnaa ‘ala a’yunihim fastabaqush-shiraatha fa-annaa yubshiruuna
وَلَوْ نَشَآءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰٓ أَعْيُنِهِمْ فَٱسْتَبَقُوا۟ ٱلصِّرَ‌ٰطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ
66
Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami robah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.
Wa lau nasyaa’u lamasyakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathaa’u mudhiyan walaa yarji’uuna
وَلَوْ نَشَآءُ لَمَسَخْنَـٰهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا ٱسْتَطَـٰعُوا۟ مُضِيًّۭا وَلَا يَرْجِعُونَ
67
Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
Wa man nu-‘ammirhu nunak-kishu fil-khalqi afalaa ya’qiluuna
وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى ٱلْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ
68
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,
Wa maa ‘allamnahusy-syi’ra wa maa yanbaghii laahu in huwa ilala dzikrun wa qur’aanun mubiinun
وَمَا عَلَّمْنَـٰهُ ٱلشِّعْرَ وَمَا يَنۢبَغِى لَهُۥٓ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌۭ وَقُرْءَانٌۭ مُّبِينٌۭ
69
supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.
Liyundzira man kaana hayyan wayahiqqal qaulu ‘alal-kaafiriina
لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّۭا وَيَحِقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ
70
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
Awalam yarau annaa khalaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiina an’aaman fahum lahaa maalikuuna
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَآ أَنْعَـٰمًۭا فَهُمْ لَهَا مَـٰلِكُونَ
71
Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.
Wadzallalnaahaa lahum faminhaa rakuubuhum waminhaa ya’kuluuna
وَذَلَّلْنَـٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ
72
Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
Walahum fiihaa manaa fi’u wa masyaaribu afalaa yasykuruuna
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
73
Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.
Wattakhadzuu min duunillahi aalihatan la’allahum yunsharuuna
وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةًۭ لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ
74
Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.
Laa yastathii’uuna nashrahum wahum lahum jundun muhdharuuna
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌۭ مُّحْضَرُونَ
75
Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
Falaa yahzunka qauluhum inna na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuuna
فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ
76
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
A wa lam yaral-insanu anna khalaqnahu min nutfatin fa iza huwa khasimum mubin
أَوَلَمْ يَرَ ٱلْإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقْنَـٰهُ مِن نُّطْفَةٍۢ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌۭ مُّبِينٌۭ
77
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”
Wa daraba lana masalaw wa nasiya khalqah qala may yuhyil-izama wa hiya ramim
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًۭا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَـٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌۭ
78
Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,
Qul yuhyiihal ladzi ansya’ahaa aw-wala marratin wahuwa bikulli khalqin ‘aliimun
قُلْ يُحْيِيهَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ
79
yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”
Alladzii ja’ala lakum minasy syajaril akhdari naaran fa idza antum minhu tuuqiduuna
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلشَّجَرِ ٱلْأَخْضَرِ نَارًۭا فَإِذَآ أَنتُم مِّنْهُ تُوقِدُونَ
80
Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
Awalaisal-ladzii khalaqas samaawaati wal ardha biqaadirin ‘ala an-yakhluqa mitslahum balaa wahuwal khallaqul-‘aliimu
أَوَلَيْسَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلْخَلَّـٰقُ ٱلْعَلِيمُ
81
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.
Innamaa amruhuu idzaa araada syai-an an yaquula lahuu kun fayakuunu
إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
82
Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Fasubhaanal ladzhii biyadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uuna.
فَسُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍۢ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
83

Semoga data di atas bermanfaat

Hadits tentang Keutamaan Surah Yasin

Menjadikan surat Yaa Sin sebagai amalan rutin tiap malam Jum’at dan dalam berbagai acara keagamaan bukan hanya sekedar membuat-buat perkara baru saja, melainkan ada dalil yang mendukungnya (walaupun sebagian besar tergolong hadis palsu), terutama dari hadis Nabi Muhammad saw. yang menerangkan faidah dan keutamaan bagi yang membacanya di waktu tertentu.

Bisa dibilang hampir semua hadis yang mengungkapkan tentang keutamaan surat Yasin kedudukannya  hanya antara Dhaif dan Maudhu atau ‘palsu’ saja. Dan belum mendapati yang yang terolong sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari atau Muslim.

Pertanyaannya kemudian, “Apakah boleh mengamalkan hadits yang dhaif dan palsu?

Jawabnya, jika dhaif masih boleh, tapi kalau palsu maka sebaiknya dihindari karena ia sama sekali tidak bersumber dari Nabi.

Sebagian ulama membolehkan melakukan amalan dari hadis dhaif selama itu bukan berhubungan dengan persoalan akidah dan ibadah wajib dalam Islam, seperti salat, puasa, haji, dan lainnya. Di antara hadis dhaif yang popular dan banyak diamalkan adalah salat sunnah 2 rakaat sebelum subuh yang mana itu bersumber dari hadis dhaif.

Alasannya, menurut hemat penulis sendiri, sekarang ini masyarakat (di perkotaan khususnya) banyak yang bisa dibilang: bila bukan karena terpaksa, mereka sama sekali tidak pernah menyentuh apalagi mambaca Al-Qur’an dalam setahun penuh. Padahal kita tahu bahwa orang yang tidak membaca Al-Qur’an lebih dari 40 hari, maka hatinya diibartkan seperti kuburan (sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis Nabi)

Nah, dengan adanya kegiatan seperti tahlilan dan acara keagamaan lainnya yang menjadikan surat Yasin sebagai bacaannya maka paling tidak akan menjadi jalan agar umat Islam masih bisa menyempatkan membaca Qur’an. Walau sebenarnya, ini tidak bisa dijadikan alasan bahwa membaca Qur’an cukup pada acara-acara keagamaan seperti itu saja. Alangkah baiknya, kalau setiap hari rutin menyempatkan baca Qur’an walau satu ayat saja.

Dan sekaligus penulis ingin berkomentar pada artikel yang dipublikasikan Muslim.or.id – Saya melihat bahwasanya tulisannya seakan-akan “melarang” membaca Ya Sin, padahal status hadis yang ditunjukkan masih dalam status dhaif. Di samping itu, dhaif-nya suatu hadis bisa jadi karena sanadnya saja, dan adapun matan-nya masih dari Nabi. Dan juga, bila dilihat dari pandangan hukum, sesuatu yang sama sekali tidak ada larangannya dalam nash, maka kita sama sekali tidak boleh mengharamkannya.

Dan di antara hadis yang menyebutkan keutamaan membaca surah Yaa Sin adalah:

Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.” (HR. Thabrani)

Disebutkan bahwa dadits ini Lemah. Diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam kitab Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya diketahui ada rawi bernama Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Lihat pada kitab: Mizanul I’tidal I:273-274 dan kitab Lisanul Mizan I : 464-465).

Bila terjadi error pada link download surat yasin di atas silahkan hubungi kami lewat komentar agar segera diperbaiki. Intinya setiap ayat yang dibaca dalam Al-Qur’an ada pahalanya, mau dia dibaca pada hari Jum’at atau tidak. Demikian juga pada surah Ya Sin yang banyak dipersoalkan mengenai sunnahnya membaca setiap malam Jum’at. Menurut hemat penulis, akan lebih baik rutin membaca Al-Qur’an, apa pun surahnya, dari pada tidak sama sekali.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *