Shalat Tahajud adalah merupakan salah satu salat sunnah yang sangat dianjurkan pelaksanaannya. Karenanya niat sholat tahajud dalam tulisan Arab, Latin, dan Terjemahnya serta tata cara mengerjakannya ini patut diketahui agar kita dapat menunuikannya dengan baik dan benar segala syarat dan rukunnya.

Dari semua ibadah sholat sebenarnya Tahajud inilah yang paling dulu diperintahkan kepada Muhammad dan umatnya untuk dilaksanakan, bahkan sebelum shalat lima waktu diwajibkan untuk kita maka tahajjud ini sudah lebih dulu turun perintahnya, yakni yang berkaitan dengan surah Muzammil yang menyeru kepada orang (Muhammad) yang berselimut untuk bangun dan menunaikan ibadah tengah malam.

Di antara hadits yang masyhur mengenai tahajjud ini adalah:

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:  ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول: من يدعوني فأستجيب له، من يسألني فأعطيه، من يستغفرني فأغفر له

Dari Abu Hurairoh, bahwa Rasulullah bersabda:  Rab kami, Tabaraka wa Taala, senantiasa turun di setiap malam ke langit dunia, yaitu ketika tersisa spertiga malam terakhir, Allah berfirman : Barangsiapa yang memohon kepadaku maka aku akan mengabulkannya, barangsiapa yang meminta maka aku akan memberikannya, barangsiapa meminta ampun kepadaku maka aku akan mengampuni untuknya

Baca dulu, Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Banyak sekali yang akan kita jawab dalam ulasan ini, termasuk di dalamnya apa yang dimaksud dengan waktu dua per tiga malam, pada jam berapakah itu dan juga berapa rakaat seharusnya kita mengerjakan tahajud yang sesuai dengan sunnah Nabi saw.? dan masih banyak lagi yang perlu diketahui dalam ibadah ini, termasuk dalam keutamaannya bagi orang yang menjalankannya.

Niat Sholat Tahajud yang Benar dalam Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Ada dua versi mengenai lafadz niatnya, yakni yang menggunakan kata ‘menghadap Qiblat, dan yang tidak. Mengenai yang paling utama antara keduanya akan dijelaskan di bawah ini:

اُصَلِّىْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالٰى. اَللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnat-tahajjudi rak’atayni lil-laahi Ta’aalaa.” Allahu Akbar.

Artinya:

“Saya niat shalat sunat tahajud dua rakaat, karena Allah Ta’ala.”

Ditambahkannya kata “Allahu Akbar” langsung setelah bacaan niat sholat Thajud karena dalam pendapat yang lebih kuat disebutkan bahwa niat sebaiknya dilakukan bersamaanbacaan niat sholat tahajjud dan witir saat mengucapkan Takbiratul Ihram (takbir pembuka salat), dan sebagian lagi menyebutkan bahwa boleh tidak bersamaan dengan Takbir asal jeda waktunya tidak terlalu lama, yakni setelah membaca kalimat pertama dalam niat maka harus langsung mengucapkan Allahu Akbar sembari menyelesaikan lafal niatnya dalam hati.

Ada juga yang menggunakan redaksi “mustaqbilal qiblati” yang artinya menghadap Qiblat, namun ini tak jadi persoalan karena yang  menjadi rukun salat adalah niatnya saja, sedang lafalnya tidak dicantumkan dalam hadis manapun dan merupakan Ijma dari para ulama Ahli Fiqh.

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى

ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lil-laahi Ta’aalaa.

Artinya :
“Aku niat shalat sunat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Adapun dalam teks Bahasa Inggris, bagi yang tidak tahu bahasa Indonesia:

Usallee sunnatat-tahajjudi rak‘atayni lil-laahi Ta‘aalaa.” Allaahu Akbar.

“I intend to perform a sunnah prayer of Tahajjud consisting of two rak‘ahs for the sake of Allah Ta’ala.” Allaahu Akbar.

Niat di atas pada dasarnya diucapkan dalam hati saja, namun (menurut pendapat sebagian besar ulama) bahwa agar hati dapat terbantu maka sebaiknya dilafalkan dengan mulut. Selain itu, jika dilafalkan dengan mulut juga akan menghindarkan kita dari perbedaan ulama, antara yang mengharuskan demikian dan yang hanya menganjurkan dalam hati saja.

Adapun Video yang disertai suara dan gambar, kebetulan kami merujuk pada video yang dibuat oleh admin yang namanya tak mau disebut. yang jelas ini bermanfaat sekali buat yang belum bisa baca teks Arab.


Itulah panduan cara membaca niatnya, semoga bisa membantu dan memudahkan anda menghafalkannya.

Cara mengerjakan Shalat Tahajud

Untuk lebih jelasnya maka kami tampilkan dalam bentuk tanya jawab mengenai segala yang berkaitan dengan tata cara pelaksanaannya, mulai dari waktunya hingga jumlah rakaatnya.

Kapan salat malam dikatakan sholat thajjud?

Seseorang baru dikatakan menjalankan sholat Tahajjud jika sebelumnya ia telah tertidur, berapa pun lamanya, dan selama tidurnya itu dilakukan setelah salat Isya. Jadi, jika ada orang yang sembahyang di malam hari sebelum ia tidur dulu dan waktunya setelah selesai Isya maka ia tidak termasuk orang yang menjalankan tahajud.

Kapan waktu yang tepat melaksanakannya?

Sudah disinggung di atas bahwa waktunya adalah antara setelah sholat Isya sampai sebelum shalat subuh. Jadi kurang lebih delapan jam waktu afdholnya menunaikan qiyamul lail ini.

Sebelumnya, baca : Hikmah Puasa Ramadhan

Jam berapakah dua per tiga malam itu (2/3)?

Untuk mengetahui secara pasti waktu pelaksanaannya, maka penulis merujuk pada buku “Risalah Tuntunan Shalat Lengkap” yang disusun oleh Drs. Muh. Rifa’i yang diterbitkan oleh PT. Karya Toha Putra Semarang.

Yang mana disebutkan pembagian waktu malam qiyamul lail ini sebagai berikut:

  1. Sepertiga malam pertama, yakni waktunya antara mulai jam 19 atau jam 07.00 malam hingga jam 22 atau jam 10 malam. Ini dikatakan sebagai saat utama untuk melakukan niat sholat tahajjud sekaligus melaksanakan rangkaian salatnya hingga selesai.
  2. Sepertiga kedua, yaitu antara jam 22 hingga jam 1 malam. Dikatakan ini waktu yanglebih utama dari yang pertama di atas. Jika bisa menjalankan di waktu ini maka sangat dianjurkan.
  3. Sepertiga malam terakhir adalah dari jam 1 malam sampai dengan masuknya waktu subuh. Dari semua yang disebut di atas maka inilah jam-jam yang paling utama dan bahkan Nabi Muhammad saw. juga seringkali menjalankannya di waktu ini. Mengenai makna 2/3 malam terakhir maka waktu inilah yang dimaksud.

Berapa jumlah rakaat nya?

Disebutkan dalam buku tuntunan shalat bahwa paling sedikit adalah 2 rakaat dan adapun banyaknya tak dibatasi, melainkan sebanyak yang Anda bisa.

Tapi bila merujuk pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. (istri Nabi sendiri) mengungkapkan, yang maknanya, bahwa Nabi ketika melaksanakan sholat malam tidak pernah lebih dari 11 rakaat (8 rakaat + 3 rakaat untuk witir), baik itu di bulan-bulan lain atau pun dalam bulan ramadhan.

Hadis di atas merupakan hadis shahih yang kita wajib terima kebenarannya. Namun, jika ingin lebih dari jumlah tersebut sebenarnya tak masalah asal tidak menyiksa diri, karena ibadah terbaik adalah yang dilakukan dengan sempurna dan ikhlas.

Bagaimana dengan niat shalat witir dan pelaksanaannya?

Karena terkadang witr dilakukan tidak sekaligus, tapi dipecah-pecah 2 + 1 rakaat maka niatnya untuk 2 rakaat dan 1 pun berbeda:

Untuk yang menjalankan 2 rakaat :

أصَلّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’ataini lil-laahhi Ta’aalaa.

“Aku niat sholat sunnat witir dua rrka’at karena Allah Ta’ala”.

Untuk niat 1 rakaat :

أصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَة لِلهِ تَعاَلَى

 “Ushallii sunnatal witri rak’atan lil-laahhi Ta’aalaa.

“Aku niat sholat sunnah witir satu roka’at karena Allah Ta’ala”.

Orang yang melaksanakan salat Thajjud baru akan sempurna sholatnya jika diakhiri dengan Witr sebagaimana diterangkan dalam beberapa riwayat. Namun, bila mana lupa dan telah lewat waktu subuh maka kita masih bisa menunaikannya saat sebelum atau sesudah salat Dhuha sebagaimana Nabi pun biasa jika lupa maka beliau mengqadhanya di waktu pagi.

Adapun bilangan rakaatnya adalah minimal 1 rakaat, atau bisa juga 3, 5, 7, 9 dan 11 rakaat. Selama jumlahnya ganjil karena inilah sebenarnya makna dari salat witir.

Dan apabila memilih yang rakaatnya yang banyak maka boleh mengerjakan 2 rakaat dulu dan terakhir satu rakaat untuk mencukupkannya menjadi ganjil, yang mana keduanya disertai tahiyyat dan salam.

يآاَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوْا فَاِنَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ. (رواه ابو داود)

Terjemahnya:

Wahai para ahli al-Qur’an, kerjakanlah shalat witir, sebab Tuhan itu Tunggal (Esa). Dia suka kepada bilangan witir (ganjil).” (HR. Abu Dawud)

Waktu pelaksanaan salat ganjil ini juga sama dengan tahajjud, yakni dari setelah Isya hingga sebelum Subuh. Terkadang juga, bila ada yang berat melaksanakan atau bangun pada malam hari maka boleh sebelum tidur melakukan Witr dulu minimal satu rakaat.

Lanjut baca, Cara Mengganti Puasa Ramadhan yang Ditinggalkan

Adapun keutamaan dari ibadah mulia ini, bahkan dilaksanakan oleh para Nabi Allah, disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Muharram, dan Sholat paling utama setelah salat fardhu adalah shalat malam.

Jelaslah sekarang berbagai hal menyangkut niat sholat tahajjud dan witir yang benar dalam bahasa Arab serta cara melaksanakannya. Semoga setelah ini tak ada lagi yang bingung bagaimana tata caranya dan waktu yang paling afdhol untuk melaksanakannya, apakah jam 2, 3 atau pun yang lainnya. Jangan lupa bantu share ya biar dapat amal juga.

About The Author

Comments

  1. hamba allah

    Semoga kita bisa melaksanakan shalat tahajud.amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *