Bicara soal naskah maka semua tak terlepas dari masalah isi dari naskah tersebut. Terkadang nama penulis menentukan kualitasnya, tapi terkadang juga penerbit hanya melihat isinya, apakah ia layak jual atau tidak. Jika anda menulisnya dengan sangat baik dan dengan gaya bahasa yang enak dan mudah dipahami, apalagi ada banyak referensi dan pendapat pakar di dalamnya maka bukan tidak mungkin naskah yang anda kirim akan mudah diterima penerbit. Biasanya sih sekitar 2 minggu hasilnya akan kita ketahui apakah naskah kita diterima atau tidak. Tapi yang jelas jika semua persyaratan kita telah penuhi dan memang tulisannya sudah menggunakan teknik cara menulis buku yang baik dan benar yang merupakan syarat mutlak agar mudah diterima penerbit, saya kira apa lagi yang harus dikhawatirkan, toh sekarang ini ada puluhan penerbit yang masing-masing berlomba-lomba mencari penulis yang berkualitas. Apakah anda salah satu penulisnya? Mari kita simak ulasan berikut.

Penulis Caraspot juga mau sedikit bercerita soal pengalaman ketika pertama kali mengirim naskah ke penerbit. Waktu itu baru menyelesaikan karya pertama saya. Karena waktu itu saya sama sekali tidak punya biaya untuk mengirim naskah lewat pos, apalagi ke banyak penerbit sekaligus, maka timbullah ide untuk mengirimnya via email, dan wal hasil, setelah lebih dari seminggu ada jawaban dari salah satu penerbit ternama di Jakarta yang menghubungi saya hingga akhirnya buku tersebut bisa terbit (maaf ya saya tidak ngasi tahu judul bukunya dan siapa yang menerbitkan). Jadi saran saya mengenai pengiriman lebih baik pakai email saja, tapi sebelumnya buat dulu dalam bentuk file PDF yang mana halamannya di-screenshot semua jadi isi PDF-nya nantinya dalam bentuk gambar dan sulit dicopy oleh penerbit, dan sebagai tambahan tambahkan kata yang ditulis besar dan buram di atas tiap halamannya yang bertulisan “contoh” atau “jangan dicopy” untuk lebih melindungi hasil karyamu.

Kriteria untuk Cara Menulis Buku yang Baik

Jika kamu ingin menjadi penulis maka semua syarat dan tips soal bagaimana menyusun naskah harus kamu kuasai, selain dengan cara menyusun kata yang tepat untuk tiap kalimat yang ingin kamu ungkapkan yang juga sangat mempengaruhi kesuksesanmu dalam menjadi Writer yang handal, dan kalau bisa jadilah yang terkenal dan terbaik dari semua penulis. Nah, berikut beberapa tipsnya:tips menulis yang baik dan benar biar mudah diterima penerbit

1. Sistematikan Dan  Struktur Penulisan

Sistematika penulisan artinya isi dari naskahnya ditulis secara terstruktur mulai dari pengetahuan dasar, sejarah, metode dan pembahasan yang masing-masing dilengkapi dengan bab, sub bab, dan sub-sub bab. Dengan demikian pembaca akan lebih senang dengan produk bukunya. Tapi selain itu ada lagi lagi beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bagian penlisan buku ini, yaitu :

  • Penempatan sub pembahasan yang tepat. Dalam artian, antara pembahasan awal, tengah dan akhirnya disusun dengan baik sesuai dengan urutan sebenarnya. Sebagai contoh, anda menulisa buku bertema “Cara Membuat Blog” tapi soal sejarah, pengertian, pndapat pakar, dan jenis-jenis blog itu sendiri anda tempatkan di bab akhir, kan jadi aneh dan akan menyulitkan penerbit dalam melakukan pengeditan. Seharusnya, jika ingin teratur maka mulailah dengan pemahaman awal soal blog, termasuk yang disebut di atas, baru kemudian masuk ke langkah-langkahnya, dan terakhir anda mungkin bisa menambahkan tutorial cara menghasilkan uang dari blog dan seterusnya.
  • Kelengkapan pembahasan. Ini juga terkadang kurang diperhatikan oleh penulis baru belajar cara menulis buku, padahal ia sangat berharap naskah tulisannya bisa diterbitkan oleh penerbit, yakni melengkapi semua sub pembahasan di dalamnya. Misalnya saja Anda menyebutkan “10 langkah cara membuat email” di dalam ulasan buku anda karena isinya soal panduan bikin website dengan blogspot, tapi ternyata setelah dicek isi tulisannya, Anda baru menyebutkan 8 langkahnya. Nah, ini perlu sekali diperhatikan agar semua dijelaskan dengan lengkap sesuai dengan judul sub babnya.

Masih berkaitan, baca  : Cara Menulis Artikel yang SEO Friendly

2.  Gaya Penulisan

  1. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Karena itu hindari menggunakan bahasa yang terlalu tinggi jika target pasarnya adalah untuk kalangan umum. Kecuali misalnya untuk mahasiswa semester tinggi maka tak masalah karena toh mereka pasti mudah paham dan malah senang membaca buku yang dipenuhi kata-kata ilmiah, seperti konsistensi, generalisasi, dan semua yang berbau dan berakhiran “..sasi”.
  2. Bahasanya sesuai dengan tema tulisannya, misalnya temanya soal pendidikan anak maka sedapat mungkin jangan menggunakan kata-kata atau bahasa yang terlalu tinggi sehingga sulit dipahami sasaran pembacanya, seperti bahasa ilmiah. Atau misalnya untuk kalangan muda maka sebaiknya sesuaikan kata-kata dan cara penyampaiannya yang sesuai dengan dunia meraka, seperti menggunakan bahasa gaul dan yang lagi trend dan lain sebagainya. Tapi selama penrbit yang menerima naskahmu tidak membatasi kreasi penulisnya terhadap penggunaan bahasa, kalaupun iya, kamu masih bisa cari penerbit dengan aturan yang sesuai karena sekarang ini sangat mudah menawarkan hasil karya kita untuk diterbitkan.
  3. Mengerti betul Cara Menjadi Penulis Buku maupun Novel Terkenal. Jika anda sudah pelajari hal tersebut maka segala tips dan langkah yang harus dilakukan untuk menhasilkan tulisan yang berbobot tentu sudah anda kuasai. Jadi silahkan baca artikel tersebut untuk tahu persis teknisnya.

3.  Memenuhi syarat penerbit

Ada banyak sekali standar yang biasa disyaratkan oleh penerbit tapi dari sekian itu ada beberapa yang penulis anggap lazim disertakan dalam syarat yang mereka buat, di antaranya adalah:

  1. Ditulis dengan menggunakan font Times New Roman
  2. Jarak antar baris tulisan menggunakan spasi 1 dengan margin yang kadang tidak terlalu dipersyaratkan. Saran saya sebaiknya untuk margin kiri, kanan, atas dan bawah dipilih yan gdefault saja atau masing-masing 2.
  3. Minimal jumlah atau panjang halaman adalah 150 halaman atau lebih. Terkadang banyak juga yang bisa menerima dengan minimal 100 halaman saja. Tapi jika anda ingin naskahnya pasti diterima maka lebih baik cukupkan 150 halaman.
  4. Tema tulisan banyak dibutuhkan orang. Pengalaman saya selama ini dan yang saya ketahui dari beberapa penerbit, biasanya mereka lebih senang dengan tulisan berbau ‘panduan’ atau istilahnya “how to”. Saya yakin, kalau anda menulis dan mengirim naskah soal ini pasti akan mudah diterima, selama penerbitnya sendiri belum pernah menerbitkan tema yang sama, atau mungkin sudah pernah tapi yang anda tawarkan jauh lebih menarik karena diulas dengan gaya bahasa berbeda. Saya kira, dalam ulasan Caraspot mengenai cara menulis buku yang baik dan benar ini, sebenarnya inilah salah satu faktor yang paling mempengaruhi mengenai diterima atau ditolaknya naskah yang telah kita buat.
  5. Dilengkapi dengan referensi yang cukup. Banyak juga penulis baru karena tidak sabar dan mau cepat punya karya sehingga mereka mengambil jalan pintas dengan hanya mengcopy tulisan dari berbagai blog, padahal tindakan semacam itu dianggap sebagai pelanggaran hak cipta. Dan bahkan untuk mengeceknya juga mudah sekali, cukup ditest di mesin pencari maka akan langsung ketahuan. Untuk itu, untuk urusan referensi sebaiknya gunakan yang dari buku asli dan kalau bisa jumlahnya di atas 20 agar lebih layak terbit.
  6. Disertai Daftar Pustaka. Ini masih satu rangkaian dengan yang di atas, hanya saja kalau yang di atas bisa dalam bentuk catatan kaki dan pendapat-pendapat dalam isi bukunya, sedang bagian ini merupakan lembaran tersendiri yang biasa ditempatkan di halaman paling belakang sebelum sampul buku belakang. Sekalipun urutan penulisannya tidak bisa kita pastikan, tapi yang jelas semua informasi mengenai buku itu ada, seperti nama pengarang, judul buku, bab atau juz, tahun terbit, nama penerbit, dan tempat ia diterbitkan, apakah di Jakarta, Semarang, Bandung, Medan, Makassar, Surabaya dan lain sebagainya.
  7. Biodata Penullis. Ini bisa dibilang wajib untuk semua naskah tulisan yang dikirim. Kamu bisa membuatnya dalam bentuk data yang telah disusun dalam rangkaian kalimat dalam 2 atau 3 paragraf, atau boleh juga dengan membuatnya dalam bentuk lis data yang ditulis dalam bentuk tabel atau kolom yang didalamnya berisi nama asli, tempat tanggal lahir, pendidikan, pengalaman, hobi, atau sebut juga jika ada karya dan prestasi yang sudah pernah diraih sebelumnya, dan terakhir jangan lupa menyebut alamat kontakmu, apakah itu email atau nomor telepon agar jika ada pembaca yang ingin berkomunikasi bisa menghubungimu lewat datat tersebut.

B. Langkah-Langkah dalam Menulis Buku untuk Tujuan Diterbitkan

  • Pertama : Tentukan temu tulisan – Dalam tahap ini kamu harus tau apa tujuan kamu menulis. Jika memang untuk tujuan menghasilkan uang karena kamu memang masih pemula dan ingin merasakan menjadi penulis yang bukunya diterbitkan oleh penerbit besar dan bisa dipajang di rak Gramedia maka sesuai saran saya di atas dalama cara menulis buku yang baik dan benar ini, Anda sebaiknya memilih yang bertema “how to” atau ‘panduan’ karena tema tulisan tersebut selalu dicari penerbit. Tapi, bila kamu berniat untuk menulis yang dilatarbelakangi oleh tujuan berbagi ilmu maka tema tersebut tidak perlu dipertimbangkan, asalkan punya judulnya dan kira-kira banyak yang cari maka kamu sudah bisa mulai menulis.
  • Kedua : Buat Kerangka Tulisannya – Untuk bisa langsung membuat bukunya sekaligus kerangkanya maka langsung saja pikirkan dan buat daftar isinya. Tentukan apa saja yang akan kamu bahas di dalamnya dengan membuatnya berdasarkan sistematika isi yang seharusnya. Maksudnya adalah antara bab awal, pertengahan dan akhir ditempatkan dengan benar. Misalnya saja kamu menulis tentang panduan “Resep Kue Kering Lebaran” maka sebaiknya bab awal terangkan dulu sejarahnya dan ilmu dasar yang berkaitan dengan hal tersebut, barulah di pertengahan pembahasan anda bahas inti dari panduan tersebut, yakni langkah membuatnya. Adapun di akhirnya anda mungkin bisa tambahkan kalkulasi biaya pembuatan, prospek bisnisnya atau pun daftar toko bahan kue di tiap kota agar pembaca semakin terbantu. Jangan sampai anda menjelaskan sejarahnya di akhir dan langsung masuk ke intinya di bab awal, tentunya ini tidak akan mudah diterima penerbit manapun.
  • Ketiga : Mengumpulkan sebanyak mungkin referensi buku yang mengulas tema yang sama – Ini penting sekali dilakukan, karena jangan sampai setiap kamu menulis satu paragraf harus berhenti lagi karena refensi yang kamu butuhkan belum disiapkan. Kan kalau sudah lengkap tinggal buka dan catat halamannya untuk ditampilkan dalam bentuk cata-tan kaki. Umumnya, penerbit selalu melihat referensi apa saja yang digunakan oleh penulis dalam menyusun bukunya, jika kurang atau banyak tapi hanya mengambil dari blog yang tidak valid, sudah tentu akan mendapat penolakan. Kami sarankan hindari menggunakan refensi dari website karena terkadang datanya bisa dihapus sehingga pembaca tidak bisa lagi melacaknya.
  • Keempat : Mulai menulis bukumu – Lakukan ini dengan menyelesaikan per bab. Pastikan pula gaya penulisan disesuaikan dengan sasaran pembaca agar mudah dimengerti. Prehatikan pula adab-adab menulis buku yang baik agar hasilnya maksimal, seperti menghindari kalimat atau kata yang multi tafsir dan jika seandainya dicantumkan maka sedapat mungkin dijelaskan secara detail, tambahkan pendapat dari pakarnya agar tulisanmu semakin dipercaya, hindari ada pembahasan yang hilang atau tidak lengkap agar pembaca tidak bingung, dan kalau bisa belajar juga cara menyusun kalimat yang baik dan benar, terutama pada SPOK-nya (Subjek, Predikat, Objek, dan kata Keterangan). Perhatikan secara detail kalimat yang kamu tulis apakah sudah mengunakan ejaan yang benar.
  • Kelima :  Lengkapi semua bagian tulisanmu – beberapa yang harus dilakukan dalam langkah ini adalah dengan memperhatikan beberapa bagian yang mungkin diperlukan penambahan, seperti gambar, catatan kaki atau pun referensi tambahan untuk memperkuat setiap argumen di dalamnya. Jika ini bisa dilakukan maka kesempurnaan tulisan dalam naskah buku yang kamu buat akan semakin nampak dan tentunya semakin mudah diterima penerbit manapun.
  • Keenam : lengkapi dengan daftar pustaka – Di sini kamu harus kembali merekap semua referensi yang kamu gunakan. Umumnya penerbit tidak membuat standar cara pembuatan daftar pustaka, hanya saja akan jauh lebih baik kalau menyesuaikan dengan standar penulisan yang baku yang telah ditetapkan di kampus atau sekolahmu.
  • Ketujuh : Tambahkan profil di halaman akhinya – Profil bisa dibuat dalam bentuk kolom yang berisi riwayat tempat tinggal, pendidikan, pengalaman dan karya yang pernah kamu buat selama ini serta alamt kontak penulis sendiri.
  • Kedelapan : Edit hasil akhir naskah yang telah dibuat – Yang harus dilakukan di sini adalah membaca ulang tulisanmu, cek jangan sampai ada salah tulis atau penggunaan kata yang tidak tepat. Sebaiknya mulai dari halaman awal hingga akhir.
  • Kesembilan : Buat dalam bentuk file PDF – Setelah semua siap maka tinggal rubah format filenya dari Microsoft Word menjadi Adobe PDF. Tapi jika kamu ingin lebih hati-hati lagi agar hasil karyamu tidak diklaim oleh penerbit yang tak bertanggungjawab, maka sebaiknya tiap halamannya dirubah jadi gambar dengan cara di-sreenshot (klik tombol Print Screen di keyboard komputer pada halaman yang aktif). Dan baru setelah itu semua gambar disatukan dalam file word dan diubah menjadi PDF dengan cara tinggal di-save saja lalu pilih “Save as Adove PDF” di bagian menu “File” di MS Word (tapi ini untuk yang menggunakna Windows 7 atau 10, sedang yang masih menggunakan XP mungkin berbeda tampilannya)
  • Kesepuluh : Kirim Naskahmu ke Penerbit – Pada tahap ini kamu tinggal mengirim naskahmu ke beberapa penerbit yang memiliki tema penerbitan yang sama. Kamu bisa memilih antara mengirim lewat Pos atau Email, tapi saya menyarankan lewat email saja karena kita bisa mengirim ke beberapa penerbit sekaligus dan tinggal berikan pernyataan bahwa “siapa yang lebih cepat maka dia yang akan berhak memiliki hak terbitnya”. Caranya cukup datang ke perpustakaan wilayah di daerahmu lalu liat di halaman sampul dalam buku yang mempunyai tema yang sama dengan tulisanmu, nah di sana kan ada data penerbitnya, termasuk juga emailnya. Tinggal catat lalu kirim naskahmu ke sana. Biasanya saya langsung mengirim ke 20 penerbit sekaligus, jadi tak harus menunggu hingga 2 minggu biasanya sudah ada yang menyatakan tertarik menerbitkan. Tinggal ikuti ketentuannya dan bukumu pun akan terbit kira-kira 1 hingga 2 bulan kedepan karena ia masih harus melewati proses editing, pembuatan sampul, pengurusan ISBN dan proses cetak.

Apakah menurut anda masih ada yang kurang dari Cara Menulis Buku yang Baik dan Benar agar Mudah Diterima Penerbit dan Pembaca ini? Jika ya silahkan brekomentar di bawah atau yang lebih mudah gunakan saja tombol share yang ada disamping atau di bawah panduan ini. Yang jelas jika kamu ingin menjadi penulis sukses dan terkenal maka sayratnya hanya ada 3 (ini hampir mirip dengan syarat memilih lokasi dalam ilmu Property), yakni yang pertama adalah menulis, kedua adalah menulis juga dan ketiga adalah juga dengan menulis. Ini artinya kalau mau sukses dalam bidang ini kamu harus fokus pada kemampuanmu menyusun kata, dan ini biasanya bisa dicapai dengna bantuan banyak membaca buku dan artikel. Selanjutnya, tinggal tunggu nasibmu datang. Siapa tau bisa seperti penulis buku “Laskar Pelangi atau Harry Potter yang bisa menghasilkan milyaran dari royaty bukunya yang terjual.

About The Author

Comments

  1. ariezal

    buat admin yang memposting ilmunya di blog ini, makasih banget, berguna buat numbuhin semangat para penulis muda dan baru. contohnya seperti saya. terimakasih sekali lagi.

  2. afan

    terimakasih banyak atas tulisan ini, saya sangat senang apa lagi saya sedang brusaha menjadi seorang penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *