Cara menjadi penulis buku syaratnya tidaklah sulit, dan agar naskah tulisanmu bisa diterima penerbit juga tidak ada susahnya. Kalau kamu pernah mendengar soal ilmu membeli Property pasti kenal dengan syaratnya jika ingin beli rumah atau tanah, nah dalam ilmu tulis-menulis juga demikian, syarat untuk jadi penulis buku atau pun novel yang terkenal cuma tiga, yaitu yang pertama adalah menulis, kedua juga menulis dan ketiga juga sama, ya menulis juga. Lho kok begitu? Ya iyalah, mana ada orang yang mau jadi penulis kerjanya hanya membayangkan kata-katanya, ya gak bakalan pernah jadilah. Dengan sering menulis kata yang terlintas dalam benak kita atau pun ide yang kita temukan maka secara tidak langsung akan dan pikiran kita akan belajar menyusun kata demi kata. Mungkin di awal-awal akan terasa berat, tapi begitu kamu sudah sering kali melakukannya maka tanganmu akan mulai teasa lentur dan tidak kaku lagi menerima perintah kata-kata yang harus dituliskan dari otak. Dan tentunya akan semakin joss kalau kamu tahu Cara Mengetik 10 Jari dengan Cepat yang Caraspot pernah publikasikan sebelumnya, karena dengan demikian kamu tidak akan terkendala lagi dengan waktu penyelesaian tulisan yang lama sebagaimana di alami penulis pemula.

Saya ingin sedikit bercerita soal pengalaman saya ketika juga mempunyai cita-cita yang sama, yakni gin jadi penulis novel ternama seperti kebanyakan orang yang sudah dulu terkenal, sebut saja pengarang buku Laskar Pelangi, Harry Potter dan sebagainya. Dulunya saya menganggap itu susah dan mustahil karena saya sama sekali tidak punya pengetahuan dasar soal itu, tapi pemikiran saya kemudian mulai berubah ketika mengikuti salah satu organisasi penulis di kampus saya waktu itu yang mana dari situlah saya diajarkan bagaimana menulis yang baik dan benar, menyusun kalimat yang sederhana tapi menggugah pembaca, membuat judul yang wah.. dan banyak sekali yang berkaitan dengan dunia tulis-menulis yang saya pelajari waktu itu. Hingga akhirnya, ketika telah selesai kuliah dan menikah saya mulai mengejar impian saya, hingga berhasilah terbit 2 buku pertama saya dari penerbit ternama di Jakarta (maaf nama penerbit dan judul bukunya tidak saya sebutkan). Tapi sahabatku, belakangan saya punya ide lain yang mana tulisan saya tidak lagi saya tujukan untuk dibaca di buku tapi lewat blog secara online di internet, mengenai ini alasannya banyak sekali, dan mungkin kalau saya menanyakan pada Anda mana yang lebih baik antara menulis di blog atau di buku? Tentu akan punya jawaban tersendiri soal itu. Kalau dijawab soal penghasilan, saya kira relatif karena blog kalau banyak pengunjungnya juga bisa banyak hasilnya, sedang buku kalau terjual jutaan copy dengan royalty 10% per eksemplarnya juga gak main-main rupiah yang kita dapatkan, bahkan bisa sampai Milyaran.

Proses Cara Menjadi Penulis Buku dan Novel Terkenal

Yang namanya proses tentu butuh waktu panjang untuk mewujudkannya, demikian juga jika kamu punya impian jadi penulis maka harus mau menjalani prosesnya kalau perlu dari nol dan tanpa apa-apa sebelumnya. Kuncinya hanya 2, yaitu sabar dan berusaha. Sabar di sini bukan berarti tinggal diam tapi sabar dalam usaha dimana kamu terus belajar dan praktek. Tahu 1 ilmu langsung praktekkan 1 ilmu tersebut, tidak usah menunggu tahu 10 hal baru praktekkan sekaligus 10 hal yang kamu ketahui tersebut karena tentunya akan lama dan sulit merealisasikannya. Tapi jika kamu praktekkan tau 1 praktek 1 maka lambat laun ada 1000 ilmu dikepalamu yang tanpa kau sadari sudah membentuk dirimu menjadi penulis tulen dengan segudang ilmu yang sudah kamu telurkan.cara jadi penulis buku

1.  Ketahui kebiasaan penulis buku terkenal

Mau jadi penulis terkenal ya tentunya ikuti kebiasaan orang terkenal juga, jangna meniru yang masih seumuran jagung dan belum punya nama saka sekali karena kamu hanya akan sesat jadinya. Nah, 3 hal ini wajib kamu lakukan dan bagaimana caranya akan kamu ketahui setelah membaca panduannya.

a. Membaca

Kegiatan ini banyak dilakukan penulis ternama bukan hanya sekedar menambah ilmu pengetahuan tapi juga karena tujuan untuk lebih meningkatkan kata dan bahasa dalam benaknya, sehingga ketika ia menulis selalu saja ada kata-kata yang pas yang bisa ia gunakan untuk tiap kalimat yang ingin ia ungkapkan. Kebiasaan membaca ini terkadang sangat menetukan kualtias dari penulis itu sendiri. Oleh karena itu sebenarnya ini adalah salah satu cara menjadi penulis buku yang paling direkomendasikan untuk dilakukan setiap hari. Kalau bisa tamatkan minimal 1 buku dalam sehari, dan sedapat mungkin tema dan kategori pembahasannya berbeda setiap harinya.

Selain yang disebutkan di atas, membaca artikel blog dan berita juga bisa jadi alternatif saat ini, hanya saja ini hanya pendukung karena kebanyakan blog dan website tulisannya amburadul dan tidak bisa dijadikan sebagai pegangan untuk belajar.

b. Menemukan Ide

Kalau kamu sudah sering membaca buku setiap hari, bukan berarti kamu juga akan mudah mendapat ide. Intinya ada pada kemauan dan tujuan yang ingin kamu capai setiap kali membaca. Kalau bisa, sebelum mulai baca buku kamu niatkan juga untuk tujuan ide tersebut. Mungkin sudah ada yang mengenal istilah ‘Brian Storming’, jadi kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya kilatan pikiran atau otak, maksudnya adalah ide yang muncul tiba-tiba dari otak yang sama sekali tidak kita rencanakan sebelumnya. Terkadang ini terjadi ketika kita menghayalkan sesuatu atau terkadang juga datang tiba-tiba, nah kalau ketemu ide yang tiba-tiba seperti itu maka sebisa mungkin langsung tuliskan di secarik kertas, jangan sampai petunjuk sesaat dari tuhan yang hanya muncul sekali tersebut hilang, karena mungkin bisa jadi ide itulah yang akan merubah hidupmu, penghasilanmu dan namamu kelak. Jadi jangan sampai kamu lewatkan moment seperti itu dalam hidupmu.

Ide tulisan, baik itu untuk novel atau buku, bisa kita cari dalam berbagai situasi dan kondisi, tapi paling baik jika kita mengamati fenomena paling lazim dibicarakan orang saat ini, entah itu di daerahmu atau secara nasinal, karena biasanya sesuatu yang banyak diperbincangkan juga banyak dicari orang.

c. Menulis

Khusus untuk ini sudah disinggung di paragraf awal, hanya saja ada yang perlu ditambahkan bahwa untuk cara menjadi penulis buku yang baik maka yang kita lakukan bukan hanya sekedar menulis saja, tapi sedapat mungkin memahami susunan kata dan kalimat yang kita buat. Mulailah dari tulisan yang baku dan sesuai dengan EYD, baru kemudian masuk ke tahapan yang lebih profesional dengan belajar menulis dengan kata-kata yang lebih kreatif memainkan kata. Hanya saja untuk bisa sampai pada tahap ini seorang penulis harus bisa konsisten terus menulis setiap hari dengan menggabungkan dengan kebiasaan sebelumnya, yakni banyak membaca. Jika kamu sanggup lakukan itu maka bukan tidak mungkin tulisan yang kamu buat di masa mendatang akan tampak tak ada bedanya dengan penulis yang sudah terkenal dan punya banyak karya tulisan yang tenar di masyarakat.

2.  Pahami Cara Menulis yang Baik dan Benar

Mengenai hal ini silahkan baca artikel : cara menulis buku yang baik dan benar agar tulisanmu mudah diterima penerbit dan pembaca. Caraspot sudah menjelaskan panjang lebar soal ini, apa saja yang harus kamu lakukan dan bagaimana kriteria tulisan yang mudah diterima penrbit sudah dijelaskan dengan baik di dalamnya. Tinggal kamu pelajari secara seksama. Dan satu hal lagi yang penting diperhatikan jika tujuanmu hanya untuk bisa tembus penerbit ternama seperti Gramedia dan selainnya, yaitu perhatikan tema tulisan apa yang kamu pilih. Sekarang ini yang temanya ‘panduan berbagai hal’ banyak sekali dicari penerbit. Selama kamu sudah memenuhi kriteria umum di dalam naskahmu pasti akan diterima.

3.  Kirim Naskahmu ke Penerbit

Mungkin banyak yang punya ide dan jago menulis, tapi terkadang karena kurang ilmu ia tidak tahu kemana ia harus mengirim naskahnya untuk diterbitkan. Nah, Caraspot sendiri punya pengalaman pribadi soal ini. Ketika saya sudah menyelesaikan naskah pertama saya, saya kemudian pergi ke Perpustakaan untuk mencari alamat masing-masing penrbit yang ingin saya kirimi tulisan saya, baik itu dalam bentuk softcopy atau print out-nya. Tapi belakangan saya ketahui bahwa kalau menggunakan print out biayanya akan sangat mahal dan juga lama karena bila kita mengirim untuk satu penerbit saja maka untuk selanjutnya kita harus menunggu lagi keputusan penerbit apakah diterima atau tidak tulisan kita. Nah beriukut langkahnya:

  1. Ketahui dulu tema tulisanmu soal apa? Jika sudah maka barulah kamu masuk ke perpustakaan dan cari rak buku yang bukunya soal buku-buku yang sesuai dengan naskah yang kamu tulis. Ini tujuannya agar penerbit yang kamu kirimi tepat, jangan sampai mau ngirim naskah tulisan soal resep masakan kemudian kamu kirim ke Pustakan Nuun, padahal yang tepat untuk jenis tulisan seperti itu baiknya di Demedia atau lainnya.
  2. Selanjutnya, setelah kamu ketemu beberapa buku yang pas, kalau bisa minimal 10 buku, kemudian kamu buka sampul dalam bagian depannya atau kertas pertama bagian depan. Nah di sana kan ada nama penerbit dan alamatnya. Kalau kamu kamu ketemu alamat emailnya langsung catat saja, kecuali yang tidak ada dan hanya ada alamat kantor maka hiraukan saja.. Bila belum cukup 20 alamat email penerbit dengan tema penerbitan yang sama maka teruslah cari sampai cukup.
  3. Bila sudah punya data emailnya, selanjutnya kamu tinggal siapkan naskahmu dalam bentuk file PDF. Mudah sekali untuk merubah file MS Word jadi PDF, cukup pilih menu “Save as PDF” di microsoft word pasti ada. Tapi sayangnya cara langsung seperti ini tidak direkomendasikan karena isi artikelny amasih bisa dicopy. Makanya tiap halaman artikelmu kamu buat jadi gambar dulu, mau di-screenshot atau yang lainnya terserah, yang penting jadinya gambar. Selain itu, kamu juga harus memberi tulisan buran besar di bagian atas tiap halaman tulisan “hanya contoh” atau kata lainnya agar kalau mau dicopy penerbit tulisan itu tetap ada.
  4. Setelah selesai tinggal buat email baru (kalau belum punya baca saja langkahnya dari link artikel tersebut). Setelah emailmu jadi tinggal kirim naskahmu dengan menyertakannya dalma bentuk lampiran dalam emailmu. Caranya, jangan copy paste langsung dalam kolom pengiriman email, tapi klik dulu icon seperti jepitan kertas di email tersebut baru setelah itu lampirkan filemu di dalamnya.
  5. Terakhir, tinggal tekan tombol kirim di bawahnya. Biasanya maksimal 2 minggu kamu harus menunggu kabar dari penerbit dan terkadang juga ada yang seminggu saja sudah memberikan kabar apakah tulisanmu diterima atau ditolak.

4.  Jadwalkan Waktu Penyelesaian Naskah Tulisanmu

Kalau kamu sudah punya naskah yang berhasil diterbitkan, maka untuk bisa jadi penulis terkenal kamu harus bisa menjadwalkan penyelesaian setiap naskahmu. Dulu saya menargetkan tiap 2 bulan selesai satu buku dan itu berhasil. Jadi saya kira anda juga bisa melakukannya. Jika kamu tidak melakukan ini maka besar kemungkinan setelah kamu berhasil dengan 1 buku kamu akan mulai malas menulis dan akhirnya beralih ke pekerjaan lain. Tapi kalau kamu bisa melakukan ini, maka bisa dipastikan tiap bulan kamu akan menerima royalty dari penerbit.

Memang betul kalau pembayaran royalty umumnya dilakukan tiap 6 bulan sekali, tapi itu jika bukumu baru 1. Karena jika kamu mampu membuat minimal 1 buku tiap 2 bulanny amaka pada bulan ke 7 dan seterusnya kamu akan bisa punya penghasilan dari royalty, biasanya 10% dari tiap harga buku. Belum lagi kamu akan dapat pembayaran uang muka royalty sebesar 1,5 juta tiap naskahnya. Bisa dibilang kamu akan bekerja dan menghasilkan uang secara mandiri dari hanya menjadi penulis buku saja.

5.  Buat Tim Penyusun – Ghost Writer

Jika kamu sudah tenar, berbagai penerbit akan menghubungimu untuk meminta naskah baru yang kamu buat. Jika sudah demikian maka mau tidak mau kamu akan terbebani dengan deadline dan sebagainya, nah caranya sebaiknya kamu tidak menulis sendiri lagi, tapi buat tim penulis yang kamu rekrut dan bertugas membantu kamu menyelesaikan tiap naskahmu, tugas kamu di sini hanya membuat kerangka tulisannyanya dan menentukan apa saja referensi yang harus digunakan. Adapun nama penulisnya tetap menggunakan nama kamu, istilahnnya “Ghost Writer” atau penulis hantu jik dibahasa Indonesia-kan, hanya saja ini lebih terstruktur dan dibawah kendali anda, tidak freelance sebagaimana ghost writer umumnya.

6.  Buat Penerbit Sendiri, Menulis Sendiri dan Menerbitkannya Sendiri Pula.

Pernah dengan istilah Self-Publishing? Nah inilah yang dimaksud dengan penerbit sendiri, jadi kamu menulis lalu menerbitkannya sendiri. Tidak perlu punya PT dan mesin karena semua bisa mengandalkan orang lain. Mengenai ISBN ny akamu bisa langsung menghubungi perpustakaan pusat. Sedang agar bisa masuk Gramedia kamu bisa menggunakan distributor buku seperti Bukukita.com dan selainnya, jadi semua dikerjakan orang lain. Oh iya, soal percetakan kamu tinggal cari percetakan yang sesuai harganya sedang nama penerbitnya tetap menggunakan namamu.

7.  Lakukan ‘Buzz’ di berbagai Media Sosial.

Penting dilakukan! Nge’buzz’ di internet bisa membuat kamu lebih leluasa memperkenalkan naskahmu ke masyarakat. Negebuzz artinya membuat bukumu jadi booming dengan bantuan pesan berantai di media sosial seperti facebook dan twitter. Kamu bisa pakai jasa untuk ini, sudah banyak sekali yang menyediakan, seperti goviral.co.id dan sebagainya.

Demikianlah penjelasan singkat Cara Menjadi Penulis Buku / Novel – Dapat Royalty dari Penerbit dan Terkenal! Jika ada yang kurang dipahami jangan sungkan berkomentar. Intinya, fokus dan terus berusaha, jangan pantang mundur kalau tulisanmu baru ditolak 1 penrbit, terus tawarkan ke berbagai penerbit, kalau bisa sampai 100 penerbit. Itu pun kalau masih ditolak kamu bisa mengambil langkah selanjutnya dengan merubah judulnya dan memperbaiki isisnya. Tapi kalau sudah terkenal jangan lupa sahabat dan tentunya pada blog ini yang sudah mau berbagi untuk anda semua.

About The Author

Comments

  1. Adisty Agni

    Mohon maaf, saya masih nggak ngerti yang soal memberi kotak buram di tiap halaman, maksudnya gimana ya?

    1. Caraspot Article Author

      Maksudnya membuat tulisan buram di bagian latarnya, misalnya kata2nya “contoh” biar tidak bisa dicetak diam2 sama penerbit. Caranya buat dalam bentuk gambar dulu setelah itu buka header and footer lalu letakkan gambar di bagian tengah tapi usahakan dibuat buram. Setelah itu tutup headernya dan buka halaman normalnya lagi…jadi deh…

  2. Ridwan

    aku ambil dulu ilmu yg aku udah ngerti. izin belajar ilmunya!
    terima kasih..
    salam, Rihall

  3. auliamajidah

    akhirnya, sy mendapatkan banyak pengetahuan disini
    terimakasih atas ilmunya^^

  4. auliamajidah

    kak saya mau tanya, bagaimana jika kita sudah mengirimkan ke 20 penerbit dan diantara penerbit tsb, misalnya ada 2 penerbit yg menerima naskah dari penulis. apa yg harus dilakukan?
    -terimakasih-

    1. Caraspot Article Author

      Caranya, bilang saja sejujurnya kalau naskah tersebut juga diterima penerbit lain dan bilang juga kalau saya (maksudnya kamu) akan menerima penerbit yang lebih dulu mau menerbitkan dan royaltinya lebih bersaing. Tapi tetap dengan kata-kata sopan agar kalau yang satunya ternyata belakangan tidak jadi (sebagaimana saya alami dulu) maka kita masih punya cadangan penerbit lain.

  5. panduanpenulismuda

    satu lagi inspirasi yang membentuk jiwa muda untuk menulis, memberi dorongan dan empati lebih kepada penulis muda yang mau berusaha.
    poin demi poin perlu pemahaman yang sungguh, artinya tidak sekadar memilah-milah materi, tapi langsung dipraktekkan. terima kasih ulasannya. salam

  6. Ali topan

    Thnks for infomastion.
    Artikel anda banyak membuka jalan saya buat mengembangkan mod menulis saya.

  7. Nana

    Bagaimana caranya jika ingin menghubungi carasot secara pribadi?

    1. Caraspot Article Author

      Bukan halaman kontak kami di atas pak lalu hubungi kami via email dari email yang tertera

  8. anggita laksari putri

    kak saya cuma ingin menambahkan pertanyaan, apakah tulisan “contoh” itu berada dibagian header and foother dan apakah gambar screeshoot-nya juga berada di bagian header and foother. trus kalo halaman normal nya biar kan di kosongin atau gimana? tolong penjelasannya terimakasih.

    1. Caraspot Article Author

      Tulisan ‘contoh’ itu untuk menghindari naskah anda dicopy.

      Iya, tulisan dalam bentuk gambar itu dimasukkan di header tapi digeser ke tengah halaman persis. Jadi dia akan muncul di semua halaman dan setelah headernya tidak diaktifkan dia bisa tetap pada posisinya dan tidak mempengaruhi tulisan naskahnya. Dan sudah pasti halaman normalnya tidak terpengaruh dan tidak dikosongkan, kan itu naskahnya….? kalau dikosongkan trus penerbit mau nerbitin apa he he!

  9. ArEzhaa Ardianzah

    Mau tanya nih,
    kalau royalti dari penerbit apakah bisa dibilang rata-rata 10%
    atau bahkan ada yang berani lebih dalam hal royalti , mohon balasan nya gan :)

    1. Caraspot Article Author

      Untuk penulis yang punya nama biasanya penerbit memberi ryalty lebih karena dikhawatirkan ia pindah penerbit dan juga sebagai bonus karena bukunya terjual banyak.

  10. Aditya

    Gan mau minta pendapat, sama yang berpengalaman. kalo misalnya penerbit yang setuju sama yang kita buat biasanya step selanjutnya gimana? Terus kalo penerbitnya sendiri minta soft copy naskah kita yang original kasih aja atau gimana? :D

    1. Caraspot Article Author

      selanjutnya akan diminta file lengkapnya dan biasanya akan dikirimi surat perjanjian yang akan ditanda-tangani masing2 pihak dan di dalamnya sudah tertera aturan2 dan royaltynya

  11. Rizki Koto

    Mau nanya biasanya novel itu berapa halaman ya? Dan bedanya cerpen sama novel itu apa?

    1. Caraspot Article Author

      Saat ini banyak penerbit yang mensyaratkan jumlah halaman dari Novel, biasanya minimal 100 halaman. Kalau Cerpen sesuai namanya, ya ceritanya pendek, tapi kalau novel, juga sama dengan cerpen yang berisi cerita tapi diulas lebih panjang dan pembuatannya juga bisa memakan waktu lama.

  12. Panji Arisaputra

    Format pengiriman email ke penerbitnya seperti apa? Template nya, seperti subject dan isi emailnya, apa cuma melampirkan naskah lalu kirim dengan email kosong gitu atau gimana?

  13. fikri wahyudi

    Maaf mau tanya tanya dikit nih, saya baru punya keinginan jadi penulis, apakah bisa walaupun saya ini benar² pemula. Kalo sekiranya bisa, bisa tolong diarahkan mulai dari mana , atau bisa hubungi siapa supaya bisa kasih arah sama saya

  14. iNP

    Mau tanya nih, masalah tulisan dalam bentuk gambar itu di screenshot? Jika iya, Apa saya harus ngescreenshot semua naskah/lembaran?

    1. Caraspot Article Author

      Kalau penerbit saat ini yang memasukkan produknya ke google books dengan cara scan semua halamannya lalu di kumpulkan dalam satu ebook, bisa juga seperti itu. Tapi kalau tidak bisa coba beberapa halaman penting saja.

  15. wilzon yacob

    kak makasih informasinya sangat membantu bagi kami yg bru mau mencoba
    , kak mau nanya emang ada penerbit yg copy naskah penulis tanpa memberi tahu penulis ? trus kta penulis bisa apa kalau di copy naskah ?

    1. Caraspot Article Author

      Hnya untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan saja, dan kalau sudah dilindungi dengan cara di beri tulisan watermark “CONTOH” dan discan lalu di combine maka pasti sudah aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *