Pertama kali yang harus diketahui ketika ingin membeli batu akik atau batu cincin adalah kita harus tahu cara membedakan batu akik asli dan palsu, tentunya ini erat kaitannya dengan cara memilih batu akik yang bagus dan berkualitas agar anda sebagai pembeli terhindar dari penipuan. Tentunya ini berdasarkan pengalaman dari para pecinta dan juga kolektor batu akik yang sudah sangat lama bergelut di bidangnya. Caraspot mem-publish artikel semacam ini, tak lain karena sekarang ini sedang terjadi demam batu akik di Indonesia yang tentunya banyak melahirkan peminat baru yang belum tahu sama sekali segala seluk beluk mengenai batu mulia ini yang tentunya pula butuh bantuan pengetahuan untuk itu. Bagi masyarakat dunia mereka mengenal ini dengan nama Gemstone atau batu gemologi, yaitu batu yang dihasilkan dari hasil perubahan secara alami dari mineral yang terkandung dari perut bumi, tapi sekalipun ia terlihat cantik dan mengkilap, namun bentuk asli sebenarnya hampir tak ada bedanya dengan batu biasa dan ia baru akan terlihat indah setelah mengalami beberapa proses penggosokan.

Dalam artikel ini penulis akan menjelaskan beberapa kriteria dalam penilaian batu akik, mulai dari standar internasional yang banyak digunakan oleh pakar perbatuan baik di negara kita maupun di luar negeri hingga cara sederhana membedakan batu cincin asli dan palsu tanpa menggunakan alat sama sekali. Hal ini bertujuan untuk dapat memberikan gambaran awal dari batu yang akan dibeli jika seandainya tempatnya tidak memungkinkan untuk menggunakan alat atau pun tes melalui lab. Dan berikut penjelasannya:

Cara Membedakan dan Memilih Batu Akik Asli dan Palsu

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa batu akik yang asli sebenarnya bisa dilakukan dengan cara sederhana langsung di tempat belinya, yaitu dengan:

a.  Pengujian Sederhana:

  1. Membakar – Cara pengujian ini tergolong simple, asal sudah punya korek api kita bisa langsung mengujinya di tempat kita akan membeli batu cincin tersebut. Dan tanda cara membedakannya adalah jika setelah dibakar ia akan langsung dingin lagi maka itu sudah pasti asli, tapi untuk yang imitasi atau palsu yang biasanya terbuat dari plastik atau pun kaca maka ia akan sangat lama untuk dingin kembali setelah mengalami pembakaran. Tapi ada kelemahan untuk cara membuktikan keaslian gemstone yang akan kita beli yang mana sisa pembakaran tersebut akan membuat warna dari batu cincin tersebut menjadi pudar dan tidak bening, kecuali dilakukan penggosokan ulang, sebagaimana diungkapkan salah satu pedagang di pusat penjualan Akik di Semarang yang mengutarakan kalau “sebaiknya pengetesan dengan cara pembakaran diserahkan pada ahlinya karena beresiko dan bisa merusak keindahan batu.” Dan adapun jenis yang bisa dilakukan pengetesan dengan cara ini adalah yang berbahan kristal dan chalcedony, dan untuk yang jenis pirus yang bahannya kapur maupun fosil sangat disarankan untuk dihindari, termasuk juga pada jenis garut kristal dan opal kalimaya dilarang karena dari bahan mineral dan mudah retak. Selain itu, bagi penjualnya, belum tentu ia akan merelakan dagangannya dibuat nilainya berkurang, paling yang ada mereka hanya mau kalau dilakukan pengujian lain yang disebutkan selanjutnya di bawah ini.
  2. Menggunakan cahaya – Cara membedakan asli tidaknya batu akik yang akan dibeli ini tergolong simple dan pasti semua penjual akan merelakannya dan mungkin juga mereka sudah menyiapkan alatnya untuk dilakukan pengujian setiap kali ada yang akan membeli batu cincin di tempatnya. Caranya adalah cukup dengan disorot menggunakan senter langsung pada batunya, jika kelihatan memiliki serat di dalamnya maka kemungkinan besar ia asli karena yang namanya batu alam pasti punya serat tersendiri di dalamnya, walau demikian ada juga batu akik yang semakin lama akan semakin hilang dan jernih sendiri seratnya, kalau tidak salah pada jenis Bacan atau Kecubung.
  3. Dibasahi - Batu mulia atau pun yang biasa kalau dibasahi akan beda warnanya dengan yang kering, berbeda dengan plastik, ia akan tampak sama baik ia kering atau basah.
  4. Ditimbang dengan tangan- Ini juga bisa dilakukan dengan cara menimbang menggunakan tangan untuk merasakan beratnya karena umumnya yang asli pasti akan lebih berat dari yang palsu yang terbuat dari plastik, kecuali untuk jenis batu akik berbahan kapur dan fosil yang tidak bisa dilakukan pengujian dengna cara ini.
  5. Digores- Ini juga gampang sekali dilakukan, cukup gunakan kuku atau ujung kunci dan bisa langsung dilihat hasilnya, jika tampak goresan maka bisa dipastikan ia palsu dan terbuat dari bahan sintetis, tapi jika asli, apalagi jenis Saphire atau Ruby maka akan sulit digores karena skala kekerasannya jauh lebih tinggi, bahkan jika dibandingkan dengna batu biasa.

Solusi lainnya:

  • Jika tidak ingin repot melakukan pengujian pada batu akik yang anda beli, apalagi yang harganya hingga puluhan juta dan ragu dengan hasil pengetesan di atas, maka sebaiknya belilah gemstone yang sudah bersertifikat asli.
  • Jika seandainya belum ada sertifikatnya maka caranya adalah dengan meminta si penjual untuk membuatkannya, apakah itu dengan bersama-sama ke tempat pembuatan sertifikatnya (laboratorium gemologi) langsung atau mempercayakan ia mengurusnya.

b.  Dengan penilaian berdasarkan standar internasional

Penjelasan di bawah ini adalah berdasarkan cara pengetesan atau mengetes menggunakan rumus dari yang telah ditentukan oleh pakar batu cincin di dunia yang selama bertahun-tahun lamanya mereka menggunakannya sebagai cara untuk membedakan batu akik asli dan yang palsu. Dan anda pun sebaiknya menggunakannya sebagai pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk membeli dari pedagang atau pengepul, baik untuk dijadikan sebagai perhiasan dan koleksi atau pun untuk dijual kembali.

Cara yang dimaksud adalah dengan memperhatikan kriteria 4 C, yaitu pada Clarity, Color, Cut dan juga Carat. Dan empat cara penilaian inilah yang banyak digunakan orang yang hasilnya jauh lebih akurat, walau demikian menggabungkan semua cara yang disebutkan di atas jauh lebih baik karena dapat meminimalisir resiko kerugian, apalagi kalau untuk batu akik yang berharga puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Clarity – Kalau dalam bahasa indonesianya ini dikenal juga dengan menilai batu dengan cara melihat tingkat kejernihan atau pun kecerahan dari batu itu sendiri. Usahakan jika ingin memilih batu akik maka pilihlah yang memiliki tekstur mengkilap di permukaannya dan juga yang bisa tembus cahaya (untuk beberapa jenis tertentu seperti Merah Delima). Selain itu kejernihannya juga perlu diperhatikan, umumnya yang semakin sedikit seratnya jauh lebih baik, tapi biar bagaimana pun and ajuga harus memperhatikan kembali tips yang disebutkan di atas karena jika ia palsu pasti tidak akan serat sam asekali di dalamnya. tapi sekali lagi…. untuk beberapa kasus ditemukan juga akik asli tapi dengan serat yang tidka lebih dari 5 persen.

Color – Yang dimaksud di sini adalah warnanya, usahakan pilih yang warnanya lebih kuat atau tajam karena semakin bagus warnanya maka harga jual kembalinya juga akan lebih mahal. Ini bisa dinilai dengan sangat mudah hanya dengan melihatnya langsung, sebut saja untuk jenis Saphire yang baik dan asli maka pilihlah yang kualitas nomor satu yang warnanya biru tua.

Cut – atau potongan. Jika sudah menilai keasliannya dan bisa memastikan bahwa itu bukan palsu, maka kriteria selanjutnya adalah mengamati bagaimana bentuknya, pastikan ia dalam bentuk simetris, maksudnya antara lebar, tinggi dan panjangnya proporsional, jangan sampai membeli yang potongannya miring. Perlu diketahui, sekarang ini banyak yang membuka pelatihan mengolah batu akik, itu artinya banyak pula batu di pasaran yang dibuat oleh pemula yang suda barang tentu kualitasnya jauh dari yang dibuat oleh para profesional yang sudah berpengalaman.

Carat- Untuk bahasa kita biasanya disebut ‘karat’ atau ukuran berat dari batu akik itu sendiri. Ini juga sudah disinggung di atas bahwa salah satu cara membedakan mana batu akik asli dan bukan palsu adalah dengan menimbang dan merasakan beratnya, jika telalu ringan maka patut dicurigai kualitasnya. Untuk peka soal ini harus sering-sering menimbang dengan tangan sendiri, cobalah pegang batu jenis bacan di tangan kanan dan batu biasa di tangan kiri dengan ukuran yang sama, maka sudah pasti batu Bacan tersebut akan terasa lebih berat karena di dalamnya mengandung material logam.

Tips:

Untuk dapat jeli dalam membedakan kualitas batu akik yang akan dibeli tentu tidak bisa secara instan, dibutuhkan pengalaman yang memadai untuk ini. Tapi bila anda sibuk dan hanya butuh membeli beberapa saja untuk dijadikan koleksi maka bisa meminta saran atau ditemani berburu batu cincin dari orang yang sudah berpengalaman, jangan datang sendiri ke penjualnya dan anda malah direkomendasikan untuk membeli barang berkualitas rendah dengan harga selangit.


Demikian cara membedakan batu akik asli dan palsu yang bisa kami sajikan, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, tapi….anda juga masih bisa berpartisipasi dengan memberi tips melalui komentar di bawah agar orang lain bisa mendengar tips lainnya yang mungkin belum sempat dimasukkan dalam artikel ini.

About The Author

Comments

  1. Jogjaready.com

    Bagus banget nih infonya, saya ga bisa sama sekali membedakan mana akik asli mana akik palsu…. Sip sip sip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *