Khutbah Idul Adha adalah bagian dari sunnah sholat idul Qurban itu sendiri yang mana setiap muslim diwajibkan tidak meninggalkan tempat duduknya setelah sholat sebelum mendengarkannya hingga tuntas. Itulah sebabnya mengapa Kumpulan Contoh Naskah Khutbah Idul Adha Singkat Padat Terbaru (Bahasa Indonesia, Jawa dan Sunda) Caraspot anggap sangat penting bari semua dai dan penceramah.

Pada dasarnya isi dari khutbah sholat Id terdiri dari 2, yaitu khutbah pertama yang umumnya menggunakan bahasa Indonesia atau lokal dan khutbah kedua yang menggunakan bahasa Arab.

Adapun hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 di bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh bertepatan dengan 70 hari setelah pelaksanaan Idul Fitri. Dan pada hari ini pula termasuk di hari-hari Tasyrik maka setiap umat Islam diharamkan puasa karena ini adalah hari bersenang-senang.

Kembali ke soal contoh ceramah idul Adha sebenarnya isi materi pidato yang disunnahkan adalah yang membahas soal hikmah dan keutamaan berqurban bagi umat Muslim sehingga dengan demikian menambah kesadaran kita akan Qurban dan pengabdian kepada Allah swt.

Contoh Khutbah Idul Adha yang Singkat dan Padat serta yang Panjang dan Berbobot

Apa yang akan Anda Download ini merupakan materi khutbah pilihan dari berbagai situs dan blog, tinggal pilih mana tema yang sesuai dan yang anda harapkan.

1. 5 Pilar Kesalehan Keluarga

Dalam khutbah idul Qurban di atas di bahas soal bagaimana membangun keluarga yang sholeh dalam berbagai aspek dan kemandirian, termasuk dalam persoalan ekonomi dan kehidupan bermasyarakat di lingkungannya.

2. Mengenang Kembali Wasiat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalâm dan Mengharapkan Perubahan Yang Terbaik

Jika kamu mencari contoh ceramah idul adha yang singkat dan padat, nah ini salah satunya. Materi pidatonya mengulas secara singkat bangaimana membangun masyarakat yang ideal dengan nilai-nilai luhurnya. Selain itu, di dalamnya mencakup bagaimana menegakkan islam secara kaffah dengan system kepercayaan yang tulus.

3. Esensi Berkorban Dan Implementasinya Dalam Kehidupan

Intinya, materi khutba idul Adha di atas mencakup bagaimana mengambil teladan dalam kehidupan Nabi Ibrahim as. guna membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Dengan semangat berkorban maka bukan saja keluarga kecil yang dapat terpelihara, tapi juga dalam tataran yang lebih luas yakni masyarakat dan negara, terutama pemimpin agar lebih empati pada rakyatnya.

Ketentuan dalam Khutbah Idul Adha / Qurban

Ada bebrapa ilmu yang perlu diketahui menyangkut dengan ceramah hari raya idul Adha ini agar kita semua tau apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pelaksanaannya, yaitu:

1. Sunnah, khutbah dilakukan setelah sholat hari raya Ied.

Sebagaimana Ibnu Abbas berkata : “Aku menghadiri shalat Id bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, besreta Abu Bakar, Umar dan Utsman ra. yang mana semua melakukan shalat sebelum khutbah” (HR. Bukhari dan Musli)

2. Boleh mendengarkan khutbah atau pun pergi

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah bahwa : “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan bagi yang orang meghadiri shalat Ied apakah ia duduk mendengarkan khutbah atau pergi” [Lihat Majmu Fatawa Syaikhul Islam 24/214]

3. Takbir di awal pidato sholat idul adha tidak harus dilakukan

Tidak ada satu pun dali hadits pun yang shahih yang yang diketahui dan menyebutkan bahwa Nabi membuka khutbah Idul Fitri atau pun Adha dengan bacaan Takbir. Adapaun hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam ‘Sunan’nya dari Sa’ad Al-Quradhi, seorang muadzin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Nabi saw. memperbanyak bacaan takbir dalam khutbah dua Id (fitri & Adha), hal itu tidaklah menandakan bahwa beliau mengawali khutbahnya dengan bacaan takbir” [Zadul Ma’ad 1/447-448].

Namun yang biasa Rasulullah saw. lakukan adalah mengawali khutbah idul Adha maupun Fitri dengan pujian-pujian kepada Allah swt. Jadi, pujian dilakukan di awal sedang takbir boleh di sepanjang ceramah yang menyelingi setiap awal sub materi isi pidato.

Mungkin ini juga wajib saya sampaikan bahwa yang disebutkan di atas hanya salah satu dalil dan pendapat, bisa jadi ada hadits dengan redaksi berbeda sehingga jangan cepat2 menyalahkan orang lain yang berbeda.

Dan tips juga buat yang baru pertama kali membawakan khutbah agar bisa tetap PD atau percaya diri berbicara di depan banyak orang:

Usahakan kalau bisa sehari sebelum acara (bila mimbarnya sudah terpasang) cobalah berdiri di sana untuk merasakan bagaimana rasanya jika nanti pada hari-H anda betul-betul berdiri di tempat tersebut sambil ditatap banyak pasang mata.

Cara seperti ini banyak dilakukan oleh orang dan dipercaya dapat meningkatkan kekuatan mental karena kita merasa bahwa berdiri di mimbar tersebut adalah hal biasa

Pastikan juga kamu sudah menguasai poin2 penting dari teks naskahmu dan bisa menjabarkannya sendiri tanpa harus melihat catatan, hal ini bertujuan untuk menambah percaya diri atau bila tanpa disengaja teks ceramahnya hilang atau bisa saja terbang tertiup angin saat khutbah maka rencana B, yakni langsung berbicara tanpa catatan bisa kamu lakukan.

Usahkan tenang saat baru mulai ingin bicara. Sebab yang namanya khutbah idul adha dan khutbah lainnya yang dibutuhkan adalah ritme saat membaca teks. Dengan tenang dan ditambah sedikit senyum maka beberapa % kepercayaan dirimu akan naik dan tidak tergesa2 menyampaikan ceramah nantinya.

Terakhir, soal pandangan mata pada audience, usahakan tatap kepalanya saja dan jangan matanya. Dan usahakan juga pandangan jangan hanya diarahkan pada satu sisi tapi biarkan berpindah-pindah (secara halus dengan gerakan leher) ke kiri dan ke kanan.

Dari semua Kumpulan Contoh Naskah Khutbah Idul Adha Singkat Padat Terbaru (Bahasa Indonesia, Jawa dan Sunda) di atas tidak mesti harus anda bawakan persis pada jamaah, tapi bisa juga diolah kembali dengan tambahan kalimat dan juga dalil Al-Qur’an maupun dari hadits Nabi saw. selama itu masih berkaitan dengan isi pembahasan dari pidato yang dibawahkan.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *