Doa yang cepat dikabulkan dalam ajaran Agama memiliki banyak faktor pendukung, mulai dari melakukan semua adab berdoa agar doa cepat terkabul atau dikabulkan, hingga segala hal yang terkait dengannya, seperti syarat-syarat diterimanya doa, penghalangnya, sunnah-sunnahnya, tempat dan waktu terbaik serta bagaimana ungkapan doa yang baik, apakah harus dengan bahasa Arab atau bagaimana? Semua akan akan terjawab dalam artikel ini.

Doa mustajab punya banyak ciri, namun yang paling mempengaruhi adalah keadaan dari orang yang memohon tersebut. Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa yang menjadi penyebab terhalangnya pengabulan doa di antaranya, karena mengonsumsi makanan haram seperti arak dan juga makanan yang diambil secara tidak sah dari orang lain, melakukan dosa besar seperti berzina, tergesa-gesa mau cepat dikabulkan, berdoa untuk tujuan dosa dan yang terakhir adalah orang yang durhaka pada kedua orang tuanya juga sulit diterima permohonannya oleh Allah swt. Nah, berikut ulasan panjangnya:

Cara Agar Doa Cepat Terkabul / Dikabulkan dan Adab Berdoa yang Benar

Ulasan panjang ini akan menyebutkan satu per satu faktor yang mempengaruhi diterimanya doa dan segala tindakan yang harus dilakukan agar lebih cepat terwujud, yaitu:

  1. Menghadap kiblat

Setelah selesai salat adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa dan karena itu sebelum merubah arah duduk, setelah zikir, sebaiknya langsung berdoa sehingga arah kita tetap menghadap kiblat, yakni Ka’bah.cara agar doa cepat dikabulkan

  1. Berdoa dalam keadaan suci.

Suci yang dimaksud di sini adalah suci dari hadas besar dan kecil. Tentunya, gar doa cepat dikabulkan bagi yang junub untuk segera mandi wajib dan yang berhadas kecil, seperti telah buang air kecil maka diutamakan untuk berwudhu dulu.

  1. Mengawali dengan Hamdalah dan Salawat kepada Nabi saw.

قَالَ النَّبِيُّ صل الله عليه وسلم : إِذَا صّلّى أَحَدُكُم فَلْيَبْدَآْ بِتَحْمِيْدِ اللهِ والثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ يَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ

Nabi saw. bersabda: Jika salah seorang dari kamu berdoa, maka hendaknya memulai dengan memuja dan memuji kepada Allah, kemudian membaca shalawat atas nabi saw. Setelah itu baru berdao sesuai keinginan. (HR. Abu Dawud, Turmudzi, dan Thabrani)

Selain itu, Nabi juga berpesan pada umatnya bahwa dalam berdoa hendaknya membaca salawat pada awal, tengah dan akhir doa. Hal ini dinamakan juga dengan bertawassul atau menjadikan kemuliaan Nabi sebagai penyebab mudahnya diterima doa. Hal ini juga pernah dilakukan dimasa setelah wafatnya Nabi dimana pada zaman kekhalifahan terjadi kekeringan, kemudian karena hujan tidak kunjung turun selama bertahun-tahun walau telah dilakukan berbagai permohonan, akhirnya salah seorang sahabat menyarankan untuk meminta bantuan Abdullah, salah seorang paman Nabi saw.. Dan karena karomah beliaulah tak selang beberapa lama setelah berdo’a akhirnya hujan turun.

Baca dulu : Arti Mimpi menurut Islam

  1. Berdoa dengan penuh ikhlas

Artinya doa yang dilakukan dengan hati yang lapang dan tanpa merasa terpaksa, tapi karena butuh kepada sang Khaliq, Allah swt.

  1. Berdoa dengan tadarru’

Tadarru artinya merendahkan diri di hadapan Allah seraya berharap dengan sepenuh hati. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surah Al-A’raf ayat 55:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

  1. Khusyuk / Menghadirkan hati

Maksudnya di sini adalah berdoa dengan menghadirkan hati yang mana mulut mengucapkan dan hati mengikutinya dengan meresapi kata-kata yang keluar dari mulut. Karena sebagaimana dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sesungguhnya doa tidak akan diterima dari hati yang lalai (tidak khusyuk). Mengenai cara berdoa ini disebutkan dalam sebuah hadis pula:

قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لاَ يَسْتَجِيْبُ دَعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Rasulullah saw. bersabda: “Dan ketahuilah bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa yang timbul dari hati yang kosong melompong.” (HR. Turmudzi, Hakim, dan Thabrani)

  1. Berdoa dengan suara yang lemah lembut

Nabi pernah menegur sahabat yang berdoa dengan suara keras yang sabdanya kurang lebih mengatakan bahwa Allah adalah Zat yang maha mendengar dan tidak tuli serta dapat mendengar segala keluhan walau dalam hati. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda :

قَالَ النَّبِيُّ صل الله عليه وسلم: يَآأَيُّهَا النَّاسِ ، ارْبَعُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُوْنَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ

Nabi saw. bersabda: “Wahai manusia, kasihanilah diri kalian sendiri, karena kalian tidak berada (memohon) kepada Tuhan yang tuli, yang ghaib. Sesungguhnya Allah bersama kalian, dan Allah adalah Tuhan yang sangat mendengar dan dekat.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, Nasai)

Oleh karena ini, walau kita berharap agar doa cepat dikabulkan tetap saja berdoa dengan suara yang pelan, dan bahkan diungkapkan dalam hati pun bisa.

Mampir di artikel ini juga : Asmaul Husna dan Artinya Gratis

  1. Yakin

Seorang muslim yang berdoa harus benar-benar yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah. Karena Allah swt. tergantung dengan persangkaan hamba-Nya. Jika seorang hamba merasa Allah akan menerima do’anya maka tentunya Allah yang Mahapemberi akan mengabulkannya. Sebagaimana junjungan kita Nabi Muahammad saw. bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : اُدْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُونَ بِالْاِجَابَةِ

Rasulullah saw. bersabda: Berdoalah kepada Allah dan kalian (harus) merasa yakin, bahwa doa pasti dikabulkan.” (HR. Turmudzi, Ahmad, Hakin dan Thabrani)

  1. Mengangkat kedua tangan

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa berdoa tidak harus mengangkat tangan karena salah satu riwayat yang menyebutkan bahwa nabi tidak berdoa mengangkat tangan kecuali pada salat Istisqa. Sebenarnya maksud dari potongan hadis tersebut, sebagaimana disebutkan oleh As-Shan’ani dalam kitab Subulus Salaam, adalah bawa nabi tidak bersungguh-sungguh dalam mengangkat kedua tangannya kecuali pada salat Istisqa. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain ketika Nabi berdoa Istisqa sampai dapat dilihat putihnya kedua ketiaknya.

Itu artinya, dalam setiap kesempatan berdoa, Nabi selalu mengangkat tangannya, hanya saja tidak ‘seheboh’ pada saat doa salat istisqa. Kurang lebih seperti itu.

  1. Diamini

Jika kita berdoa sendirian maka yang mengamini kita sendiri, sedang jika sebagai makmum atau diimani maka imam-lah yang mengamininya.

  1. Mengusap wajah

Setelah selesai berdoa disunnahkan mengusap kedua tangan di wajah. Hal ini juga banyak disebutkan dalam hadis nabi.

B. Waktu Terbaik Berdoa

Dalam beberapa hadis Nabi saw. disebutkan mengenai waktu-waktu terbaik memanjatkan doa agar mudah dikabulkan atau diijabah oleh Allah swt. Dan jika ingin lebih afdal maka lakukan pada semua kesempatan tersebut, mulai dari kesempatan yang datang setiap hari hingga yang hanya terjadi sekali dalam setahun, seperti pada bulan Ramadhan dan sebagainya. Nah, berikut ulasannya:

  1. Tengah malam, tepatnya sepertiga malam terakhir

Waktu yang dimaksud sepertiga malam terakhir adalah dari pukul 6 sore hingga pukul 6 pagi yang dibagi tiga kemudian sepertiga terakhirnya itulah waktu yang paling afdhol berdoa, yakni setelah jam 2 malam hingga azan salat subuh.

Mengenai ini ada banyak sekali hadis yang meriwayatkannya, mulai dari Imam Muslim dan Bukhari, Imam Ahmad, Malik, dan Abu Dawud. Adapun terjemahan hadisnya adalah:

“(Rahmat) Allah akan turun setiap malam ke langit dunia, ketika masuk sepertiga malam yang terakhir.”

Adapun dari hadis yang disampaikan oleh Utsman ibn Abil Ash As-Tsaqafi, riwayat dari Imam Thabrani dalam Al-Kabir: 8391 dan dalam Al-Autsoth nomor 2769 berbunyi:

“Nabi saw. bersabda, “Pintu langit dibuka pada tengah malam, kemudian para malaikat memanggil : Adakah orang yang berdoa? Maka doanya pasti dikabulkan, adakah yang memohon? Kemudian doanya tentu dikabulkan. Adakah orang yang sedang susah, maka ia akan dilapangkan, maka tidak ada seorang muslim yang memohon dengan suatu permohonan, kecuali Allah kabulkan permohonannya, kecuali pada perempuan yang berzina yang menjajakan kemaluannya dan orang-orang yang memotong harga.”

  1. Setelah salat Fardhu

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dan At-Turmudzi dari Abi Umamah Al-Bahili ra.

Ditanyakan pada Rasulullah: Wahai Rasulullah saw. “Manakah doa yang paling didengar oleh Allah?” Rasulullah menjawab: (waktu pada) Tengah malam dan setelah salat wajib.”

Jadi mulai sekarang, setelah usai salat dan berzikir sempatkan untuk langsung berdoa, terutama hal yang sangat kita inginkan saat itu, baik itu urusan dunia maupun akhirat selama bukan untuk tujuan yang tidak baik.

Intermezo : Cara Menyapih Anak sesuai Islam

  1. Antara Azan dan Iqamah

Waktu yang dimasksud di sini adalah waktu setelah azan dikumandangkan dan menunggu waktu iqamah. Di waktu ini, orang yang berdoa akan mudah dikabulkan oelh Allah, selama syarat dan adab berdoa dilakukan dengan baik.

Adapun hadisnya:

“Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya do’a tidak ditolak antara azan dan iqamah shalat.”

Hadis di atas dari Anas bin Malik ra yang diriwayatkan oleh banyak rawi, termasuk Ahmad, Imam Ad-Dailami, Abu Ya’la, Ibnu Khibban, Ibnu Abi Syaibah, dan Ibnu Khuzaimah.

  1. Saat Azan dan saat perang berkecamuk

Mengenai ini disebutkan langsung dalam sebuah hadis Sahal ibn Sa’ad ra. yang diriwayatkan oleh Imam Hakim, Thabrani, Abu Dawud, Ad-Darimi, Ar-Royyani, Ibn Jruud, dan Ibnu Khuzaimah:

“Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Dua waktu dimana doa tidak ditolah atau sedikit sekali ditolak, yaitu: ketika Azan salat (dikumandangkan) dan ketika perang sedang berlangsung, ketika seseorang bertemu dengan musuh.”

Jadi yang dimaksud di atas adalah detik-detik azan sedang dikumandangkan, bukan setelah azan selesai. Jadi sedikit berbeda dengan sebelumnya. Tapi pada intinya semua ketika waktu salat telah masuk.

  1. Saat Iqamah

Hadis dari Sahal ibn Sa’ad ra. yang mana diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan Ibn Hibban :

Rasulullah saw. bersabda: “Dua waktu yang tidak ditolak doanya orang yang sedang berdoa adalah ketika salat sedang diiqamati dan saat perang fi sabilillah (tengah beralngsung).”

Jadi waktu doa mudah diterima di sini adalah saat iqamah sedang dilantunkan. Sehingga, jika ingin mendapat semua waktu afdhol tersebut maka lakukanlah doa pada saat azan, antara azan dan iqamah serta saat iqamah dikumandangkan.

  1. Ketika melihat Ka’bah dan Turun Hujan

Melaksanakan umrah maupun haji bukan saja dalam rangka menjalankan perintah atau sunnah rasul, tapi dari kegiatan ibadah tersebut seorang muslim bisa mendapatkan keutamaan lain, yakni sebagai jalan agar doanya mudah dikabulkan oleh sang Khaliq, Allah swt.

Dalam hadis di bawah ini disebutkan bahwa dengan berdoa sambil melihat Ka’bah di Baitullah maka seseorang akan mudah dikabulkan doanya. Berikut redaksi hadisnya:

Nabi saw. bersabda: “Pintu langit dibuka dan doa-doa dikabulkan pada empat kejadian: ketika perang berkecamuk dalam menegakkan agama Allah, ketika turun hujan, ketika iqamah salat, dan ketika melihat Ka’bah.” (HR. Thanbrani dan baihaqi)

  1. Pada hari Jum’at

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

“Sesungguhnya Rasulullah saw. menyebut hari Jum’at, maka belia bersabda: “Pada hari Jum’at terdapat waktu dimana tidak setiap hamba muslim dapat menepati waktu itu, yaitu ketika ia sedang melakukan salat dan memohon sesuatu kepada Allah Azza wa Jalla, kecuali Allah mengabulkan permohonan tersebut, dan Rasulullah memberi isyarat bahwa waktu itu sangat sedikit (sekali).

Selain hadis di atas, Penulis juga pernah mencari jawaban soal waktu / Adab Berdoa agar Doa Cepat Terkabul / diterima ini dan menemukan sebuah hadis panjang yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i:

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا بَكْرٌ يَعْنِي ابْنَ مُضَرَ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَتَيْتُ الطُّورَ فَوَجَدْتُ ثَمَّ كَعْبًا فَمَكَثْتُ أَنَا وَهُوَ يَوْمًا أُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيُحَدِّثُنِي عَنْ التَّوْرَاةِ فَقُلْتُ لَهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُهْبِطَ وَفِيهِ تِيبَ عَلَيْهِ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا وَهِيَ تُصْبِحُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مُصِيخَةً حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ شَفَقًا مِنْ السَّاعَةِ إِلَّا ابْنَ آدَمَ وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يُصَادِفُهَا مُؤْمِنٌ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ فَقَالَ كَعْبٌ ذَلِكَ يَوْمٌ فِي كُلِّ سَنَةٍ فَقُلْتُ بَلْ هِيَ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ فَقَرَأَ كَعْبٌ التَّوْرَاةَ ثُمَّ قَالَ صَدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ فَخَرَجْتُ فَلَقِيتُ بَصْرَةَ بْنَ أَبِي بَصْرَةَ الْغِفَارِيَّ فَقَالَ مِنْ أَيْنَ جِئْتَ قُلْتُ مِنْ الطُّورِ قَالَ لَوْ لَقِيتُكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَهُ لَمْ تَأْتِهِ قُلْتُ لَهُ وَلِمَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُعْمَلُ الْمَطِيُّ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي وَمَسْجِدِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَلَقِيتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَلَامٍ فَقُلْتُ لَوْ رَأَيْتَنِي خَرَجْتُ إِلَى الطُّورِ فَلَقِيتُ كَعْبًا فَمَكَثْتُ أَنَا وَهُوَ يَوْمًا أُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيُحَدِّثُنِي عَنْ التَّوْرَاةِ فَقُلْتُ لَهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُهْبِطَ وَفِيهِ تِيبَ عَلَيْهِ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا وَهِيَ تُصْبِحُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مُصِيخَةً حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ شَفَقًا مِنْ السَّاعَةِ إِلَّا ابْنَ آدَمَ وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يُصَادِفُهَا عَبْدٌ مُؤْمِنٌ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ قَالَ كَعْبٌ ذَلِكَ يَوْمٌ فِي كُلِّ سَنَةٍ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ كَذَبَ كَعْبٌ قُلْتُ ثُمَّ قَرَأَ كَعْبٌ فَقَالَ صَدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ صَدَقَ كَعْبٌ إِنِّي لَأَعْلَمُ تِلْكَ السَّاعَةَ فَقُلْتُ يَا أَخِي حَدِّثْنِي بِهَا قَالَ هِيَ آخِرُ سَاعَةٍ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ قَبْلَ أَنْ تَغِيبَ الشَّمْسُ فَقُلْتُ أَلَيْسَ قَدْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُصَادِفُهَا مُؤْمِنٌ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ وَلَيْسَتْ تِلْكَ السَّاعَةَ صَلَاةٌ قَالَ أَلَيْسَ قَدْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى وَجَلَسَ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ لَمْ يَزَلْ فِي صَلَاتِهِ حَتَّى تَأْتِيَهُ الصَّلَاةُ الَّتِي تُلَاقِيهَا قُلْتُ بَلَى قَالَ فَهُوَ كَذَلِكَ

Artinya:

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Bakr bin Mudhar dari Ibnul Had dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman dari Abu Hurairah dia berkata; “Aku pernah datang ke (bukit) Thur dan aku mendapati Ka’ab di sana. Lalu aku dan dia menginap di sana selama satu hari. Aku menceritakan hadits dari Rasulullah saw. kepadanya, sementara dia menceritakan Taurat kepadaku. Aku berkata kepadanya ‘Rasulullah saw. pernah bersabda: “Sebaik-baik hari selama matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam diciptakan, pada hari itu beliau diturunkan, pada hari itu beliau diterima taubatnya, pada hari itu pula beliau wafat, dan pada hari itu pula kiamat akan terjadi. Semua hewan di muka bumi berada di pagi hari Jum’at dalam keadaan mengoptimalkan pendengarannya hingga terbitnya matahari karena takut akan datangnya hari kiamat, kecuali manusia. Pada hari Jum ‘at ada suatu waktu yang tidaklah seorang mukmin pun yang berdoa ketika shalatnya meminta sesuatu kepada Allah bertepatan waktu itu, kecuali Allah akan mengabulkannya”. ‘Ka’ab lalu berkata; ‘Waktu itu hanya ada dalam satu hari di setiap tahun’. Lalu kukatakan, ‘Bahkan waktu itu ada pada setiap hari Jum’at’. Lantas Ka’ab membaca Taurat. Kemudian berkata; ‘Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam benar, hari itu ada pada setiap hari Jum’at’. Lalu aku keluar dan berjumpa dengan Bashrah bin Abu Bashrah Al Ghifari, dan dia berkata; ‘Kamu datang dari mana? ‘ Aku menjawab, ‘Dari Thur’. Ia berkata; ‘Kalau saja aku berjumpa denganmu sebelum kamu datang ke Thur, maka kamu tidak akan mendatanginya’. Aku bertanya kepadanya; ‘Mengapa bisa begitu?’ Ia menjelaskan; ‘Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak dipersiapkan kendaraan (perjalanan) kecuali ketiga masjid, yaitu Masjidil Haram, masjidku ini, dan masjid Baitul Maqdis”. Aku juga berjumpa dengan Abdullah bin Salam, kukatakan bahwa aku keluar dari Thur dan berjumpa dengan Ka’ab, lalu aku dan dan dia menginap di sana selama satu hari, dan aku menceritakan hadits dari Rasulullah saw. kepadanya, sedangkan dia menceritakan Taurat kepadaku, kemudian aku berkata kepadanya bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: ‘Sebaik-baik hari matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu nabi Adam diciptakan, pada hari itu beliau diturunkan, pada hari itu beliau diterima taubatnya, pada hari itu beliau wafat, dan pada hari itu pula kiamat terjadi. Semua hewan di muka bumi berada di pagi hari Jum’at dalam keadaan mengoptimalkan pendengarannya hingga terbenamnya matahari, kecuali manusia. Di hari Jum’at ada suatu waktu, yang ketika itu tidaklah seorang mukmin pun yang berdoa di dalam shalatnya dan meminta sesuatu kepada Allah bertepatan dengan waktu itu kecuali Allah akan mengabulkannya”. ‘Ka’ab lalu berkata, ‘Waktu ada pada satu hari di setiap tahun’. Abdullah bin Salam kemudian mengatakan bahwa Ka’ab telah berdusta, maka kukatakan bahwa Ka’ab membaca Taurat kemudian berkata, ‘Rasulullah benar, hari itua dapada setiap Jum’at’. kemudian Abdullah bin Salam berkata, ‘Ka’ab benar, dan aku sangat mengetahui tentang waktu itu! Aku memohon kepadanya, ‘Wahai saudaraku, beritakanlah hal itu kepadaku?’ Ia menjawab, ‘Waktu itu adalah waktu terakhir pada hariJum’at, sebelum matahari terbenam’. Kemudian aku menyanggahnya dengan bertanya, Bukankah kamu mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang mukmin berdoa bertepatan dengan waktu tersebut dalam shalatnya?” Bukankah waktu itu adalah saat masih shalat?’ dia menjawab dengan bertanyajuga, ‘Bukankah kamu juga mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa shalat lalu duduk untuk menunggu shalat, maka ia senantiasa dihitung dalam keadaan shalat hingga datang waktu shalat berikutnya?” ‘Aku menjawab ‘Ya’. Ia berkata, ‘Maka hal tersebut juga seperti itu.’

Sumber : (Software Lidwa : Nasa’iNo. Hadist : 1413)

Kesimpulan hadis di atas bahwa waktu yang sangat… sangat… afdhol berdoa adalah di hari Jum’at dan bahkan pada hari itulah doa mudah dikabulkan oleh Allah swt. Dan waktu tepatnya yang dimaksud di atas adalah pada hari jumat, yakni waktu setelah salat Ashar hingga matahari terbenam, selama… setelah itu anda mau berdiam diri tanpa melakukan aktifitas kecuali zikir dan berdoa hal yang anda Inginkan, karena selama itu dilakukan akan dinilai sebagai orang yang salat dan pada waktu itulah do’a setiap hamba benar-benar didengarkan dan bahkan insyaAllah diijabah langsung oleh sang Khaliq, Allah Dzat Yang Mahamendengar.

  1. Ketika Sujud

“Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Lebih dekatnya seorang hamba kepada Tuhanna Azza wa Jalla adalah dimana dia sedang sujud, oleh karena itu perbanyaklah doa.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

Akan lebih baik lagi ketika doa dalam sudah tersebut dilakukan di hari Jumat sebagaimana dalam hadis panjang yang disebutkan di atas.

  1. Setelah Tasyahud akhir

Pernah suatu ketika Abdullah ibn Mas’ud sedang menunaikan salat bersama Nabi dan juga Abu Bakr dan Umar bersama beliau, ketika duduk tasyahud akhir dan selesai memuji Allah serta membaca salawat, lalu Rasulullah saw bersabda kepadanya: Mohonlah maka kamu akan diberi…”

C. Tempat Berdoa yang mudah dikabulkan

Dalam buku berjudul “Keshahihan Tawassul menurut Petunjuk Al-Qur’an dan Hadis” yang disusun oleh KH. Muhammad Hanif Muslih, LC. Disebutkan bahwa tempat terbaik dalam memanjatkan doa yang merupakan tempat agar doa dikabulkannya adalah:

  1. Tempat thawaf di Masjidil Haram
  2. Multazam, yakni tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.
  3. Baitullah
  4. Di bawah Talang Mas atau Mizab yang mana terletak di tengah-tengah rukun Iraqi dan Syami, di dalam Hijir Ismail.
  5. Sumur zamzam, tepatnya di sebelah kanan maqam Nabi Ibrahim.
  6. Marwah, tempat mengakhiri Sa’i.
  7. Shofa, tempat dimulainya Sa’i.
  8. Antara Shofa dan Marwah.
  9. Tempat wuquf di Arafah
  10. Belakang maqam Ibrahim as.
  11. Muzdalifah, tempat mencari kerikil.
  12. Pada Jumroh Ulo, Wustho dan Aqabah.
  13. Mina, tempat menginap saat melontar Jumrah

Dari semua tempat afdhol berdoa di atas terletak di tanah Suci Mekah dan Madinah, tentunya untuk sampai ke sana seseorang harus dengan tujuan Umrah atau pun Haji. Untuk itu, berdoa agar dapat berkunjung ke baitullah juga harus selalu dipanjatkan tanpa harus melihat keadaan ekonomi kita saat ini.

Demikianlah Adab Berdoa agar Doa Cepat Terkabul / Dikabulkan dan Mustajab. Ada banyak sekali yang harus diperhatikan saat berdoa agar mudah diijabah oleh Allah swt. Bukan hanya pada isi doanya, tapi juga pada hal-hal diluar itu, seperti menghadap kiblat, tidak makan makanan haram dan sebagainya. Selama semua syaratnya dilakukan dan tidak terburu-buru tentu hanya waktu dan kehendak-Nya yang akan menjawab setiap permohonan kita.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *