Doa kunut bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam ibadah sholat subuh maupun witir di bulan ramadhan bagi mereka, makanya Bacaan Doa Qunut Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya untuk Sholat Subuh dan Witir ini wajib diketahui bagi yang meyakininya sebagai Sunnah Nabi Muhammad saw.

Mengenai pro dan kontra mengenai sunnah membaca lafaz doa qunut pada waktu shalat lebih banyak ditujukan bagi penganut paham Muhammadiyah dan NU atau Nahdatul Ulama. Bagi Muhammadiyah, qunut dipahami bukan sebagai sunnah dalam ajaran Islam, tapi bagi NU ini merupakan anjuran Rasul dan dianjurkan dilakukan pada sholat subuh maupun witir di bulan Ramadhan. Bahkan bagi kalangan Nahdiyin, jika seseorang lupa maka ia disarankan untuk sujud sahwi. Alasannya, karena qunud dikatakan sebagai sunnah ab’ad, yakni sunnah nabi yang dianjurkan dan disunnahkan pula menggantinya dengan sujud sahwi jika lupa.

Bagi penulis Caraspot sendiri, tak menjadi soal apakah bacaan qunut subuh dan witir dijalankan atau tidak. Yang jadi persoalan sebenarnya yang tidak menunakan sholat. Sejatinya, seorang muslim yang baik bisa saling menghargai pendapat orang lain, bukankah dalam ayat Al-Qur’an disebutkan bahwa kita diciptakan berkabilah2 untuk saling mengenal, atau lebih pas lagi “untuk saling memahami’.

Bacaan Doa Qunut dalam Bahasa Arab untuk Sholat Subuh dan Witir

Di bawah ini merupakan lafadz doanya yang banyak di sebut dalam hadits Nabi saw. yang kemudian disajikan secara baris per baris agar lebih mudah dihafalkan.

Dan bisa jadi yang Anda baca berbeda dengan yang anda ketahui. Ya, karena dasarnya adalah dari hadis, dan sebagaimana hadis terkadang redaksinya akan berbeda-beda, tergantung bagaimana perawinya menangkap atau mendengar saat Nabi menjalankannya.

اللّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ
وَقِنِيْ بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ
فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَإِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَا رَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Perlu diketahui bahwa ada banyak riwayat yang menerangkan tentang lafadz doa kunut di atas, sehingga bisa jadi apa yang anda lihat dalam blog lain berbeda dengan apa yang anda baca di sini. Dan menurut hemat penulis itu tak masalah karena intinya adalah maknanya.

Lafadz Qunut Latin

Maksud dari latin di sini adalah bacaan qunut yang dibuat dalam bahasa Indonesia tapi kata-katanya dari Arab. Tujuannnya untuk memudahkan orang yang belum bisa baca teks Arab.

“Allahummahdinii fiiman hadait,
Wa’aafinii fiiman ‘aafait,
Watawallanii fiiman tawal-laiit,lafadz bacaan doa qunut shoat subuh dan witir
Wabaarik lii fiimaa a’thoit,
Wa qinii birohmatika syarrama qadait,
Fainnaka taqdii walaa yuqda ‘alaik
Wainnahu laa yadzillu man walait,
Walaa ya’izzu man ‘aadait
Tabaa rakta rabbana wata’aalait
Falakal hamdu ‘alaa maa qadhait
Astagfiruka wa’atuubu ilaik,
wasallallahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa alihi washahbihi wasallam.”

Anda bisa langsung menghafalkan teks di atas, tapi akan lebih baik sambil jalan belajar juga cara baca Qur’an biar bisa juga tau bagaimana rasanya jika membaca langsung dari arab-nya.

Terjemahnya:

“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau berikan petunjuk.
Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau berikan kesehatan.
Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin.
Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku.
Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan.
Karena, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum atau menentukan atas Engkau.
Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan.
Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi.
Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau.
Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau pastikan.
Aku mohon ampun dan kembali (taubat) kepada Engkau.
Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan serta sahabatnya.”

Kebetulan kita sekarang sedang menjalani ibadah puasa sehingga hikmah puasa Ramadhan yang Anda cari bisa lebih bermakna untuk tahun ini dan demikian pula ibadah di bulan lainnya.

Saran kami, akan lebih baik kalau artinya dimengerti karena akan menambah kekhusyukan kita saat menjalankan ibadah, demikian juga pada bacaan sholat lainnya.

Pendapat Imam Mazhab soal Qunut

Hal yang patut pula kita perhatikan adalah pendapat para jumhur Ulama, khususnya pada empat imam mazhab yang terkenal. Bagi masyarakat Indonesia yang umumnya menganut mazhab Syafii sudah barang tentu harus paham dan mengerti alasan di balik pendapat imamnya dan bukan hanyak sekedar taklik buta semata. Berikut ulasannya:

a. Ulama Mazhab Syafi’iyyah

Mereka berpendapat bahwasanya tidak ada bacaan doa qunut dalam shalat witir kecuali ketika separuh dari akhir bulan Ramadhan. Adapun pendapatnya dalam hal sholat lima waktu, mereka berpendapat tidak ada qunut selain pada saat shalat shubuh yang mana berlaku dalam semua keadaan, yakni itu baik kondisi kaum muslimin dalam keadaan tertimpa musibah atau pun tidak sama sekali. Dan qunut juga dapat dilakukan pada selain shalat shubuh bila mana kaum muslimin sedang tertimpa musibah (yaitu disebut juga dengan qunut nazilah).

b. Hanabilah (Hambali)

Mereka yang mengaku penganut mahab Hambali berpendapat kalau Qunut disyari’atkan dalam salat witir. Adapun pada shalat lainnya mereka berpendapat bahwa tidak disyariatkan kecuali terjadi musibah yang dianggap besar, selain dari musibah penyakit. Nah, baru bila terjadi keadaan yang sebagaimana dimaksud barulah bacaan qunut dapat dibaca pada salat lima waktu, kecuali pada hari Jum’at tidak dilakukan.

C. Imam Ahmad

Beliau sendiri memberikan pendapatnya bahwa tidak ditemukan dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw. pernah ber-qunut witir sebelum atau pun sesudah ruku’.

D. Ulama Hanafiyyah

Disunnahkan baca doa qunut pada shalat sunnah witir. Namun, tidak disyariatkan membaca qunut pada waktu shalat lainnya, kecuali pada saat nawaazil, yakni dimana kaum muslimin sedang tertimpa musibah, namun demikian pelaksanaan qunut nawaazil ini hanya boleh pada waktu shalat shubuh saja dan yang membacanya adalah imam sholat, lalu diaminkan oleh makmum, dan disebutkan juga bahwa tidak ada qunut jika itu shalatnya sendirian.

Adapun Ulama Malikiyah berpendapat bahwa Qunut hanya dilakukan pada shalat subuh saja, sedang saat sunnah witir dan shalat lainnya tidak dilakukan.

Baca juga: Doa Sholat Tahajud

Ulasan soal pendapat imam-imam di atas pertama kali ditulis oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. yang dipublikasikan oleh Rumaysho.

Demikian lafaz Bacaan Doa Qunut Bahasa Arab dan dalam bahasa Latin serta Terjemahannya untuk dibaca dalam Sholat Subuh dan Witir. Mengenai pendapat di atas semua dikembalikan pada pribadi masing-masing tergantung Anda menganut mazhab apa. Dan sebaiknya pilih yang paling sesuai dengan hati nuranimu. Dan seyogyanya pula ini tak perlu dijadikan pertentangan di kalangan jamaah karena ini hanya soal furu’ atau cabang ibadah, bukan ibadah pokok.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *