Manggis merupakan salah satu buah endemik Indonesia dan semua orang mungkin sudah tau bagaimana bentuknya, tapi kalau ditanya apa manfaat kulit manggis untuk kesehatan dan khasiat kulit manggis untuk kecantikan, maka mungkin tidak semua kita tau. Alasannya, karena buah manis dengan warna kulit ungu tua ini, yang dalam bahasa latinnya Garcinia Mangostan, butuh penelitian mendalam untuk mengetahui secara pasti faedahnya.

Di Indonesia sendiri sudah banyak merek bermunculan mengenai estrak kulit manggis ini, sebut saja Mastin, Garcia, Ace Max’s, dan lain sebagainya. Mengenai mana yang terbaik dari brand yang sudah terekenal tersebut akan Caraspot jelaskan dihalaman berikut yang akan kami beri tautannya di akhir artikel ini.

Pohon Manggis atau Garcinia mangostana) merupakan sejenis pohon berwarna hijau dari daerah tropis yang diyakini asil berasal dari Kepulauan Nusantara Indonesia.

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mangosteen.jpeg

Karakteristik dari pohonnya di antaranya dapat tumbuh hingga 7 sampai 25 meter tingginya. Buah ini disebut manggis karena kulitnya yang berwarna merah keunguan saat matang, sekalipun demikian terkadang ditemukan varian yang warna kulitnya merah.

Ada gelar tersendiri untuk Buah dan kuli manggis dalam rumpun buah, yaitu dikenal sebagai “ratu buah” di dunia (menurut versi orang Indonesia lho), ya mungkin karena rasa dan khasiatnya yang luar biasa. Lalu buah apa yang menyandang gelar si “raja buah”, jawabannya adalah Durian, tapi kalau yang ini karena rasa dan aromanya yang juara 1.

Sebelum mengulas dengan lengkap, anda perlu tau dulu bahwa buah manggis ini kandungannya mempunyai aktivitas antiinflamasi dan juga antioksidan di dalamnya. Dan berdasarkan hasil penelitian dari ahli tanaman herbal maka di luar negeri buah ini kemudian dikenal sebagai buah yang kadar antioksidan-nya tertinggi di dunia, dibanding dengan buah lainnya.

manfaat kulit manggis bagi kesehatan

Agar pengetahuan anda bisa lebih lengkap terhadap khasiat dari kulit buah ini maka akan kami ulas dalam berbagai sisi pandang, yakni mulai dari pakar, ahli obat, serta pengalaman dari para pemakainya.

Manfaat Kulit Manggis bagi Kesehatan dan Kecantikan Wanita

Di antara pembahasan yang akan jadi fokus Caraspot dalam artikel ini adalah mengenai jurnal hasil penelitan pakar, cara pengolahannya, serta beragam jenis penyakit yang bisa diobati oleh Xamthone atau kulit manggis ini.

Jurnal Penelitian Kulit Manggis PDF

Ditemukannya manggis bermula dari seorang berkebangsaan Prancis bernama Laurent Garcin. Beliau merupakan seorang penjelajah hutan yang sangat aktif pada abad ke-16.

Awalnya, Laurent Garcin ini tidak menduga bahwa hasil temuannya ini luar biasa manfaatnya dan bahkan dikatakan lebih hebat dari pengetahuan tentang obat di zama kuno dulu.

Singkatnya, penelitian manfaat kulit manggis ini dimulai pada tahun 1993 April, yakni saat Munekazu Linuma berkebangsaan Jepang iseng mengumpulkan kulit buah yang dibuang percuma di berbagai sentra di Indonesia. Kulit-kulit tersebut lalu ia bawa ke Jepang, teptanya di Gifu Pharmaceutical University. Lagi-lagi orang Jepang si ‘mata sipit’ yang menemuknnya ya… kenapa bukan kita?

Nah, di universitas tersebulah kulit buah tersebut diteliti. Di antara yang terlibat adalah, selain Munekazu Iinuma, peneliti bernama Kenji Matsumoto dan bersama kawan-kawannya juga ikut ambil andil dalam penelitian tersebut.

Tahukah anda? dari hasil penelitian awal tersebut mereka kemudian menghasilan enam jenis turunan xamthone, yaitu:

  1. mangostinone
  2. a-mangostin
  3. b-mangostin
  4. garcinone E
  5. g-mangostin
  6. 2-isoprenyl-1,7-dihydroxy-3-methoxyxanthone

Dari 6 turunan xamthone tersebut kemudian mereka mulai melakukan penelitian yang mendalam terhadap beberapa penyakit. Mereka memulainya dengan mengambil sampel dari sel penyebab penyakit tertentu, seperti sel leukemia, termasuk di dalamnya K562, HL60, U937 dan juga NB4. Waktu itu mereka mengambilnya dari Cell Bank yang ada di Jepang juga, tepatnya dari Riken Cell Bank di Tsukuba Ibaraki.

Cara yang mereka lakukan untuk mengetahui khasiat kulit manggis garcia pada kesehatan adalah dengan mula-mula sel tersebut dikulturkan, lalu diambillah senyawa xanthon untuk dilarutkan dalam kultur tersebut. Dan tahukah anda, ternyata memang terbukti kalau jenis ekstrak manggis a-mangostin dapat memicu terjadinya proses apoptosis sel leukemia.

Dan bisa dibilang kalau hasil penelitian pertama dari Kenji Matsumoto inilah yang memancing banyak ilmuan dan peneliti untuk ikut juga melakukan penelitian terhadap manfaat kulit manggis lainnya.

Dan ternyata benar, setelah berlalu 5 bulan dari pengumuman hasil penelitiannya, di negara Swiss juga ada yang ikut melakukan penelitian dan membuktikan bahwa xanthone ini ampuh dalam mengobati depresi.

Tak berhenti sampai di situ, beberapa hasil penelitian lain kemudian muncul lagi dan semakin meyakinkan kita bahwa kulit manggis mastin yang dulunya dibuang percuma ternyata punya manfaat yang sangat besar bagi kesehatan manusia. Sebut saja, pada Mei 1996, di Taiwan dilakukan dua penelitian yang berbeda. Walhasil, satu penelitian mengungkap juga kalau benar bahwa xamthone ini mampu mengatasi depresi, sedang hasil penelitian lainnya mengungkap kalau ‘ratu buah’ ini dapat bekerja sebagai anti kanker yang efektif.

Bagaimana cara mengolah kulit manggis

Masih dengan cerita peneliti jepang di atas. Yang pertama kali mereka lakukan waktu itu adalah dengan melakukan ekstraksi pada kulitnya. Tepatnya 2,7 kg kulit yang sudah kering kemudian diekstrak dengan beberapa cairan dan bahan yang sudah sangat familiar dalam ilmu farmasi, yaitu dengan

  • Aseton
  • Heksana
  • Alkohol 70% dan
  • Benzene

Dari keempat bahan di ataslah yang digunakan untuk mengekstrak kulit manggis menjadi sebuah produk estraksi yang bermanfaat untuk kesehatan. Dan hasilnya pada waktu itu mereka menghasilkan 6 macam turunan xanthone, sebagaiman telah disebut di atas.

Dan buat anda yang mungkin mau coba-coba membuatnya dalam bentuk jus atau mengambil manfaat rebusan kulit manggis ini maka sebaiknya dihindari. Karena, untuk melakukan proses pengolahan yang tepat tidak bisa dengan tebak-tebakan saja, tapi harus dari hasil riset. Dan bila mau, mungkin bisa mencoba menghubungi pihak BPOM (Dinas Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan di sana sekaligus menanyakan cara pengolahannya.

Berbagai jenis penyakit yang bisa diobati dengan ekstrak kulit manggis

Sebenarnya sudah sedikit disinggung dalam hasil penelitian di atas, tapi biar lebih jelas maka perlu dijelaskan satu per satu jenis penyakit yang bisa sembuh dari khasiat kulit buah ini.

Xanthone si penumpas sel kanker

Jenis hasil ekstraksi yang mampu membasi sel kanker adalah dari jenis garcinon-E dan juga Alfamangostin.

Kedua kandungan manggis di ataslah yang memiliki kemampuan menghambat proliferasi sel kanker, cara kerja mereka adalah dengan mengaktivasi enzim bernama enzim kaspase 9 dan 3. Nah dari aktivasi enzim inilah yang kemudian memicu apoptosisi atau yang dikenal juga dengan istilah program ‘bunuh diri sel kanker’.

Selain cara kerja di atas, khususnya pada alfamangostin, sel ini mampu bekerja mengaktifkan sistem kekebalan pada tubuh seseorang dengan jalan melakukan perangsangan pada sel pembunuh alami yang bekerja membasi sel kanker dan juga virus.

Adapun peneliti asal Indonesia, Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt., mengenai khasiat kulit manggis gracia ini mengungkapkan bahwa hasil ekstraksi xamthone ini bioflavonid yang mana di antaranya bermanfaat sebagai:

  • antibakteri
  • antitumor
  • antioksidan
  • antiinflamasi
  • antialergi
  • antihistamin

Lebih lanjut disebutkan, bahwa molekul biologi aktif di atas memiliki struktur cincin 6 karbon dan juga kerangka karbon rangkap, sehingga dikatakan sangat stabil.

Dan mengenai jenis dari xanthone ini sendiri ada hingga 200 jenis dan 50 di antaranya bisa didapatkan molekul-molekul tersebut.

Ulasan Manfaat Kulit Manggis untuk Kesehatan dan Khasiat untuk Kencantikan (Garcinia Mangostana) mungkin belum sempurna karena akan ada berbagai hasil penelitian baru yang bermunculan. Untuk itu, saran dan kritik pembaca Caraspot sangat berharga untuk peningkatan mutu artikel ini.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *