Doa sholat tahajud dan artinya berikut adalah berdasarkan buku tuntunan shalat. Namun, sebenarnya doa Qiyamul Lail itu tidak mesti harus bahasa arab atau latin, tapi boleh juga dengan bahasa Indonesia yang diungkapkan dalam hati sembari mengangkat tangan, karena maqbul tidaknya doa tidak ditentukan oleh bahasanya, tapi ketulusan seseorang dan terpenuhinya segala rukun wajib di dalamnya.

Dalam ulasan doa-doa mustajab yang kami paparkan sebelumnya, sangat jelas bahwa jika ingin doanya mudah diterima maka bukan cuma bacaannya yang harus diperbaiki, tapi juga segala menyangkut sikap kita, seperti tidak dalam keadaan berdosa pada orang tua, tidak memutus tali silaturahin dengan keluarga dan tetangga, serta hal lainnya.

Perlu diketahui bahwa maksud dari ulasan ini lebih tepatnya membahas doa setelah atau sesudah sholat tahajud malam dan artinya, bukan pada saat pelaksanannya.

Apa yang kami sampaikan di bawah adalah berdasarkan tuntunan dari sebuah buku panduan sholat yang sangat familiar, termasuk di dalamnya soal pelaksanaan sholat tahajjud.  Dan di bawah ini adalah penjelasannya:

Lafadz Arab Bacaan Doa Sholat Tahajud dan Artinya serta dalam Bahasa Latin

Sebelum ini, simak dulu Niat Sholat Tahajud dan Cara Pelaksanaannya

Doa yang dibaca sesudah sholat Tahajud sebaiknya dari Al-Qur’an dan Hadits sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sendiri dalam hidupnya. Di antara yang sering dibaca adalah:

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلأٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanataw wa fil-aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adhaaban-naar.”

Doa di atas adalah doa sapujagat yang sebaiknya tak pernah ditinggalkan dalam kesempatan apa pun kita berdoa, karena tak ada yang lebih penting yang dikejar manusia di dunia ini selain kebaikan dunia dan akhirat.

Dan doa khusus yang di anjurkan adalah doa berikut ini: (dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap yang disusun oleh Drs. Moh. Rifa’i)

اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمٰوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمٰوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ نُوْرُ السَّمٰوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَاْلجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَ مُحَمَّدٌ ﷺ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ، وَبِكَ اٰمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ، وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ، وَمَا اَعْلَنْتُ اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ اَوَّ لًا اِلٰهٌ غَيْرُكَ وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ.

“Allaahumma lakal-hamdu anta qayyimus-samaawaati wal-ardi wa man feehinn, wa lakal-hamdu laka mulkus-samaawaati wal-ardi wa man feehinn, wa lakal-hamdu nuurus-samaawaati wal-ardi, wa lakal-hamdu antal-haqqu wa wa‘dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qawluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan-naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun sallal-laahu ‘alayhi wa sallama haqqun, was-saa‘atu haqqun. Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alayka tawakkaltu wa ilayka anabtu wa bika khaasamtu, wa ilayka haakamtu, faghfir-lee maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a‘lantu antal-muqaddimu wa antal-mu’akhkhiru laa Ilaaha Illaa Anta aw laa Ilaaha ghairuka wa laa hawla wa laa quwwata illaa bil-Laah.”

“Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji. Engkau raja penguasa langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Pemancar cahaya langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah yang hak, dan janji-Mu adalah benar, dan perjumpaan-Mu itu adalah hak. dan firman-Mu adalah benar, dan surga itu adalah hak, dan neraka adalah hak, dan nabi-nabi itu hak, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan saat hari Kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal), kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada Engkaulah kami berhukum.

Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan kesalahan yang kemudian, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan yang terakhir. Tidak ada tuhan  melainkan Engkau dan tidak ada tuhan selain Engkau. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah.”

Inti dari doa di atas adalah memuji Allah swt. setinggi-tingginya serta memohon ampun agar segala dosa yang telah diperbuat diampuni oleh-Nya.

Selalu perhatikan bahwa salah satu syarat agar doa mudah dikabulkan adalah membaca shalawat di awal dan akhir doa kita, apa pun jenis permintaannya (ini sudah dibahas dalam artikel : Adab Berdoa agar Doa Cepat Terkabul). Dan di riwayat lain disebutkan juga bahwa sebalafadz doa sholat tahajudiknya di pertengahan juga mengirimkan salawat pada junjungan kita Nabi Muhammad saw.

Oleh karena waktu Tahajud adalah waktu dimana seorang hamba betul-betul beribadah karena mengharap ridha-Nya, karena waktu itu tak ada seorang pun yang melihat. Oleh sebab itu, tidak ada permintaan yang terbaik selain memohon ampun kepadanya atas segala kesalahan.

Mungkin Ada yang sudah dengar salah satu hadis yang maksud redaksinya kurang lebih mengungkapkan bahwa seandainya manusia tahu bagaimana pedihnya siksa neraka maka tak akan ada seorang pun yang akan berpikir untuk masuk surga. Ini karena begitu menakutkannya neraka sehingga dibenaknya yang ada adalah bagaimana menghindarinya, bukan bagaimana agar bisa masuk surga.

Oleh sebab itu, salah satu amalan yang dianjurkan setelah sholat tahajud selain doa adalah banyak membaca istighfar (mengenai ini, simak juga dalam artikel Hikmah Puasa Ramadhan), yang redaksinya:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ.

“Astaghfirul-laahal-‘azeem wa atuubu ilayh.”

“Saya memohon ampun kepada Allah yang Mahaagung dan Saya bertobat kepada-Nya.”

Jika ingin yang lebih lengkap maka bisa membaca doa sholat tahajjud yang lebih panjang berikut ini:

اَللّٰهُمَّ اَنْتَ رَبِّيْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَاَنَا عَبْدُكَ وَاَنَا عَلٰى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْتُ اَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكِ عَلَيَّ وَاَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَايَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ.

“Allaahumma Anta rabbee laa ilaaha illaa Anta khalaqtanee wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastata‘tu a‘uudhu bika min sharri maa sana‘tu abuu’u laka bi-ni‘matika ‘alayya wa abuu’u bidhanbee faghfir-lee fa innahu laa yaghfirud-dhunuuba illaa Anta.”

“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada tuhan melainkan Engkau. Engkaulah yang telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku berada dalam ketentuan-Mu seta janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku lakukan, aku mengakui kenikmatan yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan aku juga mengakui akan dosa-dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang memberi pengampunan kecuali Engkau sendiri.”

Sebelumnya, baca : Hal hal yang Membatalkan Puasa

Selain doa-doa sholat tahajud di atas, kita masih bisa menambahkan doa lainnya, baik itu berkenan dengan urusan akhirat maupun dunia. Hal ini senada dengan hadis:

وعن جابر رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صل الله عليه وسلم يقول : إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ (رواه مسلم)

“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu waktu dan tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon (berdoa) kebaikan kepada Allah Ta’ala dari urusan dunia maupun akhirat, melainkan Allah akan memberikannya kepadanya. Dan itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim)

Sehingga doa apa pun yang dipanjatkan dalam tahajud itu boleh selama tak meminta hal yang diharamkan atau yang bertentangan dengan syariat Islam.

Setelah selesai melakukan semua pelaksnaan Qiyamul Lail tersebut , mulai dari niat hingga bacaan dan doanya dalam bacaan arab maupun latin, selanjutnya Anda bisa pergi tidur lagi sambil sebelumnya membaca Ayat Kursi dan 3 surah terakhir dalam Al-Qur’an.

Pertanyaannya kemudian, tidak semua orang setelah tidur bisa tidur lagi dan bangun lagi untuk menunaikan salat subuh, sekalipun cara terbaik sebagaimana dijalankan Nabi dalam menjalankan sholat thajud adalah tidur setelah salat Isya, lalu bangun pada 2/3 malam terakhir (mulai dari jam 2 sampai subuh), kemudian tidurl lagi sebentar dan terakhir bangun lagi untuk menunaikan sholat subuh.

Solusinya adalah, kita bisa memilih bangun kurang lebih 1-2 jam sebelum salat subuh saja untuk melakukan shalat tahajjud, dan setelah itu tidak tidur lagi hingga subuh tiba. Jadi, dengan demikian kita bisa melaksanakan keduanya tanpa ada yang ditinggalkan, baik itu jamaah subuh maupun salat tahajud.

Keutamaannya:

Sangat banyak hadis yang menerangkan mengenai keutamaan menjalankan sh0lat malam ini, di antaranya adalah dari hadis nabi yang berikut:

1. Solat sunnah yang paling utama

وَعَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ الله الْمُحَرَّمُ وَاَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulannya Allah, yakni bulan Muharram. Dan Sholat yang paling utama setelah salat fardu adalah salat malam (Tahajud). (HR. Muslim)

(Riyadus Shalihin, hal. 455. Semarang: PT. Karya Toha Putra)

Jadi jelaslah bahwa dengan melaksanakan ibadah malam tersebut berarti kita telah menunaikan sholat sunnah yang paling utama. Bahkan, sebelum turun wahyu dianjurkannya shalat lima waktu, perintah menunaikan tahajud ini sudah lebih dulu diperintahkan kepada Nabi kita Muhammad saw.

Dan karena begitu pentingnya ibadah rahasia (karena cuma kita dan Allah yang tahu) ini, bahkan khusus pada Nabi Muhammad sendiri shalat ini sangat dianjurkan dilaksanakan oleh Allah swt. sebagaimana dapat kita lihat dalam surah Al Muzammil (orang yang berselimut) yang mana beliau diperintahkan untuk bangun menunaikan ibadah ini.

Dari sekian kutamaan atau keistimewaan dan faedah sholat tahajjud ini, Caraspot telah merangkumnya menjadi beberapa, yakni:

  1. Salat tahajjud merupakan sumber kehormatan bagi setiap muslim, sebab ibadah ini dapat mendatangkan kesehatan, serta menghapus dosa-dosa (kecil) yang dilakukan pada siang hari
  2. Dalam alam kubur, seorang yang rutin melaksanakannya akan dihindarkannya dari kesepian di alam kuburnya,
  3. Dikatakan juga bahwa tahajud dapat mengharumkan bau tubuh orang yang langgeng menunaikannya
  4. Baginya dijamin kebutuhan hidup atau dijamin kebutuhan lahiriahnya selama hidup di dunia karena ini sebagaimana sabda Nabi juga.
  5. Di akhirat nanti ibadah malamnya ini dapat menjadi hiasan surga baginya.
  6. Ditanggung keselamatan dan kesenangan hidupnya di dunia dan akhirat sehingga perasaannya akan selalu tenang dan tidak was-was
  7. Baik dapat disaksikan atau tidak, namun janji Allah pada Nabi Muhammad bahwa wajah orang yang rutin melaksanakan doa sholat tahajud dan shalatnya sendiri, maka wajahnya akan tampak memancarkan cahaya keimanan
  8. Terpelihara dari segala keburukan dan berbagai marabahaya (kecuali mungkin Allah akan mengujinya)
  9. Setiap perkataannya bagi kebanyakan orang selalu dianggap mengandung arti dan juga perkatannya mudah dituruti oleh lawan bicaranya
  10. Dirinya akan semakin dicintai dan mendapatkan perhatian dari orang-orang yang bergaul atau mengenalinya
  11. Kelak setiap hamba yang rajin sholat tahajud akan dibangkitkan dari kuburnya dengan keadaan wajah yang tampak bercahaya
  12. Penggiat salat malam ini juga akan diberi kitab amalnya di tangan kanannya yang artinya dimudahkan hisabnya, Diberi keistimewaan berjalan di atas shirat (titian sehelai yang lebih tajam dari sehelai rambut yang dibagi tujuh) bagaikan kilat.

Ketika Rasulullah saw. menerangkan mengenai salat tahajjud ini, maka beliau bersabda, (yang kami rinci dalam tiap baris):

Untuk lebih melengkapi lagi pembahasan doa sholat tahajud dan artinya kami menambahkan lagi faedahnya yang kami kutip dari Wikipedi, yaitu:

  • Sarana terbaik untuk mendapat keridhaan Tuhan
  • Mendapat kecintaan dari para malaikat
  • Menjadi muslim yang mengikuti sunah para nabi
  • Sebagai cahaya pengetahuan yang dimilikinya
  • Menjadi pokok keimanan
  • Saran istirahat untuk tubuh
  • Ibadan yang jadi kebencian para setan
  • Secara kasat mata merupakan senjata untuk melawan musuh
  • Sebagai ssarana untuk terkabulnya doa
  • Semakin diterimanya amal baik kita.
  • Menambah keberkatan bagi rezkinya
  • Pemberi syafaat di hari pembalasan
  • Diberi cahaya terang di dalam kuburannya
  • Di alam kubur akan menjadi jawaban bagi malaikat Munkar dan Nakir.
  • Akan menjadi teman dan penjenguknya di alam kubur yang berlangsung hingga kiamat
  • Siapapun dia maka di hari kiamatnanti salat tahajud menjadi pelindung baginya
  • Kelak dikenakan mahkota di kepalanya serta busana bagi tubuhnya.
  • Diberkahi cahaya yang menyebar didepannya
  • Menjadi penghalang baginya dengan neraka
  • Akan menjadi hujah (dalil) bagi kamum mukmin dihadapan Allah SWT kelak di hari perhitungan
  • Dapat menjadi pemberat bagi timbangan amal kebaikannya
  • Mendapat izin untuk melintasi Shirath al-Mustaqim.

Kami berharap, semakin banyak masukan pada laman ini, karena tentunya akan semakin menambah kualitas artikel tentang salat tahajud malam ini, dan juga tentunya akan memberi manfaat yang banyak pada pembaca.

Bila ada yang kurang jelas soal doa sholat tahajud dan artinya ini silahkan berikan tanggapan. Kami juga menunggu masukan materi dari para pengunjung mengenai hadis maupun ijma ulama mengenai permohonan dalam qiyamul lail.

About The Author

Comments

  1. Dedi

    sebaiknya tulisan arabnya di agak gedein aja min, cuma bantu saran. soalya agak sulit dibaca

    1. Caraspot Article Author

      Sudah dilakukan sarannya mas, semoga doanya makbul…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *