Siwak dalam ajaran Islam adalah sebagai alat untuk membersihkan gigi, baik saat hendak melakukan salat maupun dalam kondisi umum setiap hari. Dalam artikel Caraspot soal cara menggunakan siwak dan manfaatnya untuk memutihkan gigi kuning akan dipaparkan berdasarkan beberapa hasil penelitian dari pakar kesehatan mulut dan gigi dari berbagai negara. Di samping itu, akan diungkapkan juga beberapa kandungan dalam batang kayu siwak yang biasa digunakan oleh orang Arab yang menyebabkan mereka jarang melakukan perawatan gigi ke dokter sebagaimana diungkap dari hasil riset universitas setempat.

Dalam beberapa hadis disebutkan sunnah melakukan siwak oleh Rasulullah saw.  Dan yang paling masyhur adalah dalam anjuran bersiwak sebelum menjalankan salat, sebagaimana disebutkan :

Sekiranya tidak memberatkan pada umatku, maka sungguh aku akan perintahkan (wajibkan) kepada mereka  untuk bersiwak setiap kali hendak menunaikan salat.” (HR. Bukhari)

Sangat jelas di atas bahwa karena begitu pentingnya melaksanakan siwak maka Nabi mengandai-andai dalam sabdanya bahwa “sekiranya tidak memberatkan…” Hanya saja  beliau paham betul keterbatasan manusia sehingga ia urung menjadikannya sebagai kewajiban. Namun, walau begitu, kita, dan saya pribadi menasehati diri sendiri, sepantasnya mewujudkan keinginan Nabi kita untuk hidup bersih. Mengapa seorang prajurit dalam kerajaan bisa berkata, “saranmu adalah perintah bagiku!” tapi terhadap Nabi kita tidak?

Dalam riwayat lain juga disebutkan soal siwak sebagaimana yang diriwayatkan oleh Thabrani yang redaksinya berbunyi:

“Dari Ibnu Abbas ra., beliau berkata, “Rasulullah saw. tidak henti-hentinya memerintahkan kita untuk bersiwak. Sehingga (seakan-akan) kami menyangka bahwa akan turun kepada beliau sesuatu (yang dahsyat). (HR. Thabrani)

Dua hadits di atas jelas bahwa ada anjura untuk memakai siwak dari Nabi, walau waktu itu sama sekali belum diketahui apa manfaat medisnya. Yang jelas diketahui bahwa aktivitas tersebut untuk kebersihan gigi dan menghindari bau mulut serta kesehatan gigi yang terganggu. Di akhir tulisan ini Anda juga akan tau apa saja kandungan dalam siwak dari berbagai hasil penelitian.

Bagaimana Cara Menggunakan Siwak sesuai yang Diajarkan Nabi Muhammad dalam Hadisnya

Menjawab pertanyaan inti tentunya harus dengan data dari riwayat yang sahih agar kita tak keliru dalam memehami tuntunan Nabi. Dan mengenai ini ada beberapa ilmu terkait di dalamnya yang juga penting untuk kita ketahui bersama sebagai pelengkap atas pengetahuan kita dalam cara memakai siwak. Berikut ulasannya:

Simak dulu : Cara Memutihkan Wajah secara Alami

Apa pengertian siwak dan karakteristiknya

Sebelum mengulas tuntas manfaat siwak dalam memutihkan dan menjaga kesehatan gigi, maka ada baiknya jika kita paham dulu apa sih defenisi siwak tersebut. Dalam bahasa lain siwak ini biasa juga disebut miswaak, siwak, atau dalam bahasa Inggris disebut ‘sewak‘, sedangkan dalam bahasa Arab sendiri dengan : سواك atau مسواك

Secara bahasa artinya memijat, maksudnya adalah mijat bagian mulut, yakni gigi. Sedangkan secara istilah siwak berarti ranting atau akar kayu yang digunakan untuk menggosok gigi yang mana nama kayu tersebut adalah araak (salvadora persica). Jenis kayu ini hnya bisa hidup di daerah yang panas seperti Afrika, Timur Tengah, dan India.  Dengan demikian, defenisi siwak adalah kegiatan membersihkan gigi menggunakan kayu siwak khusus.cara menggunakan siwak yang baik dan benar

Adapun bentuk kayu siwak adalah berwarna kecoklatan dan jika kulitnya dikupas maka akan tampak berwarna putih kayunya. Tanaman ini sebenarnya seperti belukar yang batangnya bercabang-cabang. Adapun bagian yang sering digunakan untuk menggosok gigi adalah bagian ranting dan akarnya.

Mengenai rasa dari kayu siwak ini terasa sedikit agak pedas. Baunya hampir menyerupai seledri. Sedangkan pada tanamannya memiliki bunga yang berwarna kuning agak kehijauan.

Cara Memakai Siwak

Pada zaman modern ini orang –orang banyak menggunakan sikat gigi dan pasta gigi yang banyak dijual di supermarket, padahal jika di hitung-hitung ternyata siwak jauh lebih baik dari sikat gigi maupun odol. Pada siwak terdapat banyak unsur baik di dalamnya yang mana salah satunya adalah zat pembersih kuning gigi yang ampuh. Nah, adapun tahapan cara menggunakan siwak menurut ajaran Islam adalah:

kayu siwak dari Arab

1. Yang perlu diperhatikan ketika bersiwak, jika Anda muslim, maka lakukanlah seperti halnya yang dilakukan oleh Nabi, yakni mulai dengan membaca Basmalah lalu membaca doa. Sebagaimana Rasulullah SAW melafalkannya: “Allahumma thahhir bissiwak Asnaanii, wa qawwiy bihi litsaatsiy, wa afshih bihi lisaniy“, yang terjemahannya: “Ya Allah sucikanlah gigi dan mulutku dengan siwak ini, dan kuatkanlah gusiku, dan fashihkanlah pula lidahku”;

2. Kemudian, yang paling awal yang harus dilakukan adalah dengan menggit bagian ujung siwak hingga bentuknya tampak seperti bulu sikat gigi yang biasa dipakai. Tapi ini khusus bagi yang ingin membuat sendiri kayu siwaknya, tentunya dari kayu Salvadora Persica juga. Tapi bila beli produk kayu siwak yang sudah jadi maka tahap ini sama sekali tidak perlu dilakukan.

3. Berikutnya, jika ingin lebih baik lagi maka disarankan merendam ujung siwak di dalam air selama beberapa menit. Ini kurang lebih sama fungsinya jika kita memberi pasta gigi pada sikat konvensional yang biasa digunakan. Dan agar saat menggunakan siwak kita juga bisa merasakan aroma yang harum maka sangat disarankan menggunakan rendaman air mawar tanpa tambahan apa pun agar tetap alami.

4. Mulailah memegang kayu siwak dengan tangan kanan dan posisi ibu jari dan jari kelingking berada di bawah. Adapun jari lainnya diletakkan di atas untung menggenggam batang kayu siwak agar tak mudah lepas. Tapi perlu diingat bahwa penggunaannya hanya pada ujungnya saja yang berbentuk seperti bulu. Dan pastikan saat menggosok bentuknya berdiri dan tidak direbahkan seperti saat menggunakna sikat gigi.

5. Adapun teknik cara memakai siwak yang benar adalah dengan menggosokkannya seperti alur angka delapan (8). Mulai dari gigi bagian atas yang ada di tengah, lalu bagian kanan yang atas, lalu lanjut ke bagian bawah kanan, lalu geser lagi ke sampingnya di bagian tengah bawah. Berikutnya kembali ke atas tengah lagi lalu ke atas sebelah kiri dan terakhir di bagian bawah sebelah kiri. Jadi bentuknya hampir seperti menulis angka 8. Ingat, lakukan bagian ini hingga minimal 3 kali pengulangan.

5. Setelah bagian depan selesai, lanjutkan dengan mengosokkan ujung kayu siwak pada bagian samping gigi penghancur, kiri dan kanan. Dan terakhir jangan lupa bersihkan juga bagian dalam gigi seperti halnya kalau pakai sikat. Dan sama seperti di atas, lakukan juga 3 kali.

6. Bagian terakhir yang dibersihkan adalah lidah. Ini salah satu yang juga dicontohkan oleh nabi dalam cara menggunakan siwak. Sebagaimana hadis berikut:

Musa Al-Asy‘ari ra. menceritakan: “Aku pernah mendatangi Nabi saw. ketika itu beliau sedang bersiwak dengan siwak basah. Ujung siwak itu sedang di atas lidah beliau dan beliau mengatakan “o..’ o..’″ sedangkan siwak di dalam mulut Nabi seakan-akan beliau terasa ingin muntah.

Tindakan nabi di atas kurang lebih sama dengan yang sering kita alami jika memasukkan benda ke dalam mulut agak jauh maka akan terasa ingin muntah karena sensitifnya bagian rongga mulut kita. Begitu pula dengan Nabi, karena membersihkan lidahnya juga belia terasa ingin muntah.

7. Jangan lupa berkumur-kumur dengan air untuk mengangkat sisa hasil gogsokan siwak yang telah digunakan.

8. Terakhir,  ucapkan Alhamdulillah setelah selesai bersiwak sebagai bentuk menjalankan sunnah Nabi.

Agar lebih sempurnya, setelah sikat gigi, sebaiknya tau Cara Mencuci Wajah dan Bahan Pencuci Wajah Alami agar kesehatan mulut dan muka anda bisa terjaga setiap hari dan tanpa perlu menggunakan bahan kimia.

Tips merawat kayu siwak

  • Pastikan selalu membersihkan bulu siwak setiap selesai digunakan. Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa Aisyah ra. mengabarkan,”Nabiyullah saw. pernah bersiwak lalu memberiku siwak tersebut untuk aku cuci. Lalu aku menggunakan untuk bersiwak, kemudian mencuci setelah menyerahkan kepada beliau.”Dan sebagai tambahan, akan lebih baik lagi kalau langsung di bersihkan dengan bahan yang mudah menyerap air seperti tissu agar tak lembab.
  • Letakkan di tempat kering, dan akan lebih baik lagi kalau terkena sinar dan udara biar tidak basah terlalu lama karena akan mudah menjadi sarang bakteri. Dan lebih penting lagi, jangan menaruh siwak dalam kamar mandi apalagi di wastafel karena akan selalu kena percika air dan bisa membuatnya berjamur.
  • Jika sudah lama digunakan, maka bisa memperbaharuinya dengan memotong bagian ujung siwak yang sudah sering digunakan dan buat ujung berbulu yang baru. Caranya, kupas dulu kulit kayunya lalu lumatkan bagian ujungnya dengan gigi atau ditumbuk hingga serat-seratnya tampak berpisah-pisah seperti bulu sikat.
Kapan siwak digunakan?

Yang paling tepat untuk menjawab ini adalah sesuai dengan kebiasaan Nabi selama hidupnya yang dituturkan oleh orang-orang terdekatnya, dalam hal ini istri Nabi sendiri. Berikut beberapa waktu yang baik memakai siwak:

1. Sebelum Salat

Sudah dijelaskan di paragraf awal di atas bahwa salah satu sabda Nabi yang paling mahsyur adalah mengenai anjuran bersiwak sebelum salat. Walau redaksinya “seandainya tidak memberatkan pada umatku…” tapi dari redaksinya jelas menunjukkan bahwa siwak sebelum salat baik sekali sebagai kebersihan. Hal ini diperkuat oleh salah satu hadis yang berbunyi, “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut seseorang dan sekaligus keridhaan bagi Allah.” (Riwayat Ahmad)

Selain itu, ketika seseorang salat ada malaikat yang mendekat padanya bahkan dekat dengan mulutnya sehingga akan lebih baik kalu ia bersiwak sebelumnya. Dalam hadis disebutkan:

Dari Ali ibn Thalib ra, ia berkata: “Rasulullah saw. memerintahkan kami bersiwak: ‘Sesungguhnya seorang hamba jika berdiri melaksanakan salat, maka malaikat lalu mendatanginya, (malaikat tersebut) berdiri di belakangnya dan mendengar bacaan al-Qur`an dan mendekat. Malaikat tersebut terus mendengar dan mendekat hingga ia meletakkan mulutnya di atas mulut hamba yang salat tersebut, hingga tidaklah seseorang tersebut membaca satu ayat pun kecuali malaikat berada di rongganya.” (HR. Baihaqi)

b. Sebelum membaca Al-Qur’an

Karena Al-Qur’an adalah kalam Allah maka akan lebih baik kalau sebelum membacanya membersihkan diri, termasuk siwak dan wudhu.

c. Sehabis tidur

Dalam artikel cara menggunakan siwak ini juga sangat dianjurkan memakainya sehabis tidur. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh istri Nabi sendiri, Aisyah ra.. yang menyebutkan bahwa , “Rasulullah tidak tidur pada malam atau siang hari lalu beliau bangun dari tidurnya kecuali beliau bersiwak terlebih dahulu sebelum berwudhu.” (Riwayat Abu Daud).

Selain bersiwak, sangat disarankan sebelum dan sesudah tidur melakkan tips Cara Menghilangkan Jerawat secara alami agar semakin sempurna perawatan kesehatan yang kita lakukan.

d. Setiap habis bepergian

Bisa jadi Nabi melakukan siwak saat pertama kali masuk dari rumahnya karena tujuan untuk keharmonisan keluarganya. Sebagaimana diriwayatkan dari Syuraih bin Hani, ia berkata: “Aku bertanya kepada Aisyah ra, ‘Apa kah yang pertama kali dilakukan oleh Nabi jika memasuki rumahnya?” Aisyah kemudian menjawab, “Bersiwak”. (HR. Muslim).

e. Setiap waktu (termasuk saat berpuasa)

Sebuah hadis dari Amir bin Rubaiah, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah saw. bersiwak (berulang kali hingga aku tak bisa menghitungnya), padahal Nabi waktu itu sedang berpuasa.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Catatan:

Bisa membuat siwak sendiri dari kayu yang tumbuh di sekitar rumah, tapi pastikan tidak menggunakan kayu yang beracun. Selain itu, kayu yang mempunyai getah yang tidak baik yang bisa membuat gigi hitam atau pun kuning juga harus dihindari.

Kayu yang tidak bisa dijadikan siwak seperti dari pohon delima dan bambu. Ada alasan tertentu mengenai ini dan sudah dibahas di web Wikihow.

Hasil Penelitian tentang kandungan dalam kayu Siwak:

Disebabkan siwak dilakukan oleh Nabi sendiri yang notabenenya banyak dirujuk oleh orang barat sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia, oleh karena itu penelitian tentang siwak juga banyak dilakukan di berbagai belahan dunia. Di antaranya:

1. Universitas Roostook di Jerman

Penelitinya bernama Roodat, ia seorang di sebuah lembaga penelitian tentang kuman dan penyakit menular di universitas tersebut. Dalam penelitiannya tersebut ia menemukan bahwa zat yang terdapat dalam siwak kurang lebih sama dengan pinisilin yang mana mampu membunuh kuman yang ada dalam mulut.

2. Dr. Kennet Kyudeel

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada beberapa orang ditemukan bahwa orang yang biasa memakai siwak memiliki gigi yang sehat dan juga putih. Ini karena dalam siwak mengandung komposisi kristal-kristal cylis (zat pembersih kuning pada gigi) yang mencapai 4%.

3. Ilmuan dari Universitas King Abdul Aziz

Beberapa ilmuan yang melakukan penelitian tersebut menyimpulkan bahwa periodental treatment yang dilakukan oleh masyarakat Makkah jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang ada di negara lain. Ini karena orang Arab di Makkah lebih banyak menggunakan siwak dibanding sikat gigi yang mana memiliki banyak kandungan senyawa yang baik untuk kesehatan gigi.

Kandungannya:

  1. Anti decay agent – Zat ini juga dikenal sebagai zat anti pembusukan atau flouraid yang berfungsi menurunkan jumlah bakteri yang ada dalam mulut sehingga baik untuk mengurangi bau mulut.
  2. Saliva – Ini adalah zat organik mulut yang berfungsi melindungi dan membersihkan mulut. Nah, dengan pakai siwak ia akan membantu meningkatkan produksi saliva atau air liur tersebut sehingga baik untuk kebersihan mulut.
  3. Minyak alami – Dalam kayu siwak juga sudah terdapat minyak beraroma alami sehingga mampu menjadikan mulut harum secara alami dan tentunya terhindar dari bau mulut.
  4. Anthraliton – Ini adalah zat yang baik untuk membersihkan mulut dan juga sebagai zat untuk meningkatkan selera makan serta memperlancar pergerakan usus pada perut.
  5. Enzim – Begitu lengkapnya kandungan dalam kayu siwak sehingga zat enzim pun terdapat di dalamnya. Senyawa ini baik untuk mencegah plaque yang dapat menyebabkan karang gigi dan gigi berlubang di umur yang masih muda.
  6. Antibacterial acids – Ada banyak sekali jenis anti bakteri dari kayu siwak, di antaranya adalah abrasive, astringents dan juga detergen. Ya, walau tak pakai odol, kandungan detergen yang tak berbusa dari siwak dapat membantu mencegah infeksi gusi, membunuh bakteri dan juga menghentikan pendarahan pada gusi.

Dan masih banyak lagi kandungan kimia dalam siwak, seperti silika, klorida, vitamin C, pottasium, salvadorine, sodium bicarbonat, tannins dan juga mineral lainnya yang baik untuk memutihkan dan membersihkan gigi.

Lengkap bukan cara menggunakan siwak menurut Nabi saw. di atas. Semoga anda bisa menerapkannya dan cara memakai siwak Islami yang anda lakukan bisa sempurna dan hasilnya juga baik sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan di Makkah dan Jeddah tersebut yang mana umumnya gigi masyarakat di sana sehat-sehat yang terbukti jarang melakukan perawatan gigi di klinik kedokteran. (Sumber : Agus Susanto – Islam itu sangat Ilmiah – Diva Press dan berbagai referensi lainnya)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *